0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Ponpos Pendidikan Bernuansa Masa Depan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) adalah pendidikan bernuansa masa depan, yang relevan pada masa dahulu, relevan masa kini, dan relevan pada masa yang akan data...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa Pondok Pesantren (Ponpes) adalah pendidikan bernuansa masa depan, yang relevan pada masa dahulu, relevan masa kini, dan relevan pada masa yang akan datang. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul pada acara safari Ramadhan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kahfi Kec Bangun Purba, Rabu (24/7/2013) bertempat di Jalan Lintas Riau Sumut, Kepala Bondar, Tangun Kec Bangun Purba. Hadir dalam safari Ramadhan tersebut, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, Camat Bangun Purba Gorneng STIP, Ketua Yayasan Al-Kahfi H Syafi’i dan pengurus yayasan lainnya, Dewan Penyantun Drs H Abdul Wahid Nasution beserta donatur lainnya, Pimpinan Ponpes H Rasmin Lubis Lc, Majelis Guru, Kades setempat, santri/wati Ponpes Al-Kahfi, dan umat Islam lainnya. Kakan Kemenag Rohul lebih lanjut menyatakan, pendidikan Ponpes memiliki empat keunggulan utama, bila dibandingkan dengan pendidikan sekolah pada umumnya. Empat keunggulan ini telah diadopsi oleh sekolah yang menamakan dirinya bertaraf internasional, yaitu : Pertama, Ponpes menggunakan system asrama bagi santri/watinya, sehingga proses belajar mengajar berlangsung selama 24 jam dan dapat dipantau serta dibimbing langsung oleh guru-gurunya. Kedua, menggunakan pengantar bahasa internasional seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan mata pelajaran dengan buku-buku berbahasa Arab. Ketiga, melahirkan kekhususan tersendiri di masing-masing ponpes, sehingga kalau diperhatikan kurikulum antar ponpes pasti berbeda, karena memang kompetensi produk (lulusan) nya berbeda-beda. Keempat, menanamkan sistem kemandirian, yang telah menjadi ciri khas utama pendidikan ponpes selama ini. Anak-anak ponpes terkenal sangat mandiri, seperti masak sendiri, mencuci pakaian sendiri, membersihkan kamar sendiri, tempat tidur sendiri, dan lain sebagainya.***(Ash)