Kakan Kemenag Rohul Sosialisasi Zakat di PT Padasa Kabun
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersama Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kab Rohul, Ir H Sam Rikardo MSi, lakukan sosialisasi zakat kepada pejabat dan karyawan/ti PT Padasa Kabun, bertempat di Masjid Raya PT Padasa Kabun, Jum’at (22/3/2013).
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersama Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kab Rohul, Ir H Sam Rikardo MSi, lakukan sosialisasi zakat kepada pejabat dan karyawan/ti PT Padasa Kabun, bertempat di Masjid Raya PT Padasa Kabun, Jum’at (22/3/2013).
Sosialisasi zakat tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan sholat Jum’at dengan penyampaian khutbah tentang kewajiban zakat, manfaat zakat, tanggungjawab orang kaya terhadap orang miskin, hak orang lain pada harta yang dimiliki seseorang, dan hukuman bagi yang enggan membayar zakat, oleh Kakan Kemenag Rohul.
Hadir dalam acara tersebut adalah para pejabat, staf dan karyawan/ti PT Padasa Kabun, yang mengikuti acara sekaligus sholat Jum ‘at berjamaah. “Waktunya memang sangat sempit, sebab mereka harus kembali bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta,†tegas Kakan Kemenag.
Kakan Kemenag Rohul, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan perusahaan PT Padasa Kabun, yang telah berkenan mempersiapkan dan melaksanakan acara ini, sehingga pihaknya dapat menyampaikan dan mensosialisasikan satu rukun Islam, yaitu perintah membayar zakat.
Dikatakannya, zakat adalah salah satu rukun Islam yang lima. Sebagai salah satu rukun, Islam tidak akan dapat tegak di muka bumi, jika umatnya tidak menegakkan rukun-rukunnya, seperti melaksanakan perintah zakat dan empat rukun Islam yang lainnya.
Zakat ini adalah ibadah yang memiliki fungsi ganda. Pada satu sisi zakat berfungsi sebagai ibadah mahdhah kepada Allah SWT yang berdimensi vertikal, dan pada sisi yang lain berfungsi sebagai ibadah sosial yang berdimensi horizontal. “Zakat ini terkait langsung dengan Allah SWT, sekaligus terkait dengan manusia dan kemanusiaan,†tegas Kakan Kemenag.
Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, pembayaran zakat ini hendaknya dijadikan sebagai kebutuhan, sebab pembayaran zakat akan mensucikan harta itu sendiri, mensucikan diri si empunya harta dari sifat bakhil atau kikir termasuk tamak, dan sekaligus untuk mengembangkan harta itu sendiri.
“Orang yang membayar zakat, dirinya suci dari sifat-sifat tercela, hartanya bersih dari hak orang lain, dan hartanya akan berkembang dengan pesat sesuai janji Allah dan RasulNya,†tegas Ahmad Supardi.***(Ash).