0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Tertib Administrasi Wajah Kita Sesungguhnya

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Tata persuratan atau lebih umum lagi tata administrasi pada sebuah instansi atau kantor adalah gambaran yang sesungguhnya dari institusi tersebut. Tata administrasi yang baik pada sebuah kantor, menggambarkan bahwa kantor tersebut baik.
ROKAN HULU (HUMAS) Tata persuratan atau lebih umum lagi tata administrasi pada sebuah instansi atau kantor adalah gambaran yang sesungguhnya dari institusi tersebut. Tata administrasi yang baik pada sebuah kantor, menggambarkan bahwa kantor tersebut baik. Sebaliknya, tata administrasi yang tidak baik, menunjukkan bahwa kantor itu amburadul. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada wartawan, usai membuka secara resmi Diklat Tata Persuratan di lingkungan Kemenag Rohul, Kamis (18/10/2012) bertempat di hotel Sapadia, Pasir Pengarayan. Diklat Tata Persuratan diikuti sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari pegawai pada Kantor Kemenag Rohul, pegawai pada MAN/MTSn/MIN se Rohul, dan pegawai pada KUA Kecamatan se Rohul. Menurut Kakan, untuk melaksanakan tertib administrasi secara baik, Kementerian Agama telah menetapkan apa yang disebut dengan system arsif dinamis. Dalam system arsif dinamis ini, arsif surat beberapa tahun yang lalu dapat dicari paling lambat 7 menit. Masalah yang kita hadapi sekarang, jangankan mencari arsif surat beberapa tahun yang lalu, terkadang mencari arsif surat seminggu yang lalu saja susah dan tidak jarang surat tersebut tidak ditemukan lagi, tegas Ahmad Supardi. Untuk itu Kakan Kemenag Rohul berharap, agar administrasi ini dibenahi sedemikian rupa sebab ini menggambarkan kepribadian kita sendiri sekaligus menggambarkan pelayanan kita kepada masyarakat. Menurut Ahmad Supardi, surat yang diketik oleh seorang staf juga dapat menggambarkan kepribadian diri staf tersebut. Jika ketikan suratnya baik, spasinya teratur dan enak dipandang, maka kepribadian staf tersebut adalah baik. Sebaliknya, ketikan surat yang tidak beraturan, kiri kanannya tidak lurus, huruf bersalah-salahan, menggambarkan bahwa kepribadian staf tersebut yang tidak beraturan pula, tegas Kakan Kemenag Rohul. (Ash).