Kakan Kemenag Rohul Tinjau Rehab Gedung KUA Tandun
Ringkasan:
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kasi Bimas Islam H Rusli SAg, meninjau rehabilitasi pembangunan gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kec Tandun, Kamis (10/1/2013) bertempat di desa Tandun. Peninjauan ini dimaksudkan untuk memastikan, apakah rehabilitasi...
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA didampingi Kasi Bimas Islam H Rusli SAg, meninjau rehabilitasi pembangunan gedung Kantor Urusan Agama (KUA) Kec Tandun, Kamis (10/1/2013) bertempat di desa Tandun.
Peninjauan ini dimaksudkan untuk memastikan, apakah rehabilitasi pembangunan gedung KUA Tandun tersebut telah selesai 100 persen ataukah belum, sesuai dengan bestek yang telah disepakati dalam kontrak, antara Kemenag Rohul dengan pihak pemborong.
Kakan Kemenag menyatakan, bahwa berdasarkan pantauannya di lapangan secara langsung, pembangunan gedung KUA tersebut telah selesai 100 persen, namun masih ditemukan ada dua titik bocor yang harus segera diperbaiki. Untuk itu, Ahmad berharap agar kebocoran atap tersebut dapat diperbaiki kembali.
Ahmad Supardi Hasibuan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) beserta H Rusli SAg selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah melakukan pengawasan secara fungsional selama ini, dengan melibatkan konsultan pengawas dan PPTK dari Dinas Cipta Karya Pemda Rohul.
Dikatakannya, kehadiran gedung KUA sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebab KUA memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya pelayanan di bidang urusan agama Islam.
Perlu diketahui bahwa KUA adalah ujung tombak Kementerian Agama di lapangan, sekaligus potret terdepan dari Kementerian Agama. Performance yang baik dari KUA menunjukkan baiknya performance Kemenag secara umum. Sebaliknya, performance yang buruk dari KUA, menunjukkan buruknya Kemenag secara umum, tegasnya.
Oleh karena itu, Kakan Kemenag menghimbau seluruh aparatur KUA Kecamatan, agar meningkatkan kualitas diri secara terus menerus, dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya baca, sebab personal yang berkualitas akan melahirkan pelayanan yang berkualitas.
Ahmad menekankan bahwa saat ini Kementerian Agama, sedang disorot secara bertubi-tubi oleh masyarakat, khususnya masalah korupsi dan pungli, baik masalah haji maupun masalah biaya nikah di KUA Kecamatan. Untuk itu, para pejabat dan pegawai Kemenag harus bisa menahan diri, menjaga diri, dan bertindak sesuai koridor yang berlaku. ***(Ash).