Kakan Kemenag Rohul Tutup Pelaksanaan Manasik Haji se Rohul
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menutup secara resmi pelaksanaan diklat manasik haji tingkat Kecamatan Tahun 1434 H/2013 M bagi 16 Kecamatan se Rohul, yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan. Penutupan tersebut dilakukan oleh Kakan Kemenag ketika menutup...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menutup secara resmi pelaksanaan diklat manasik haji tingkat Kecamatan Tahun 1434 H/2013 M bagi 16 Kecamatan se Rohul, yang dilaksanakan di masing-masing kecamatan. Penutupan tersebut dilakukan oleh Kakan Kemenag ketika menutup secara resmi diklat manasik haji Kec Kepenuhan, Selasa (25/6/2013) bertempat di masjid besar Al-Ikhwan Kota Tengah.
Hadir dalam acara tersebut Ka KUA Kepenuhan Jali Sitakar MSy, Ketua IPHI Kepenuhan H Mansur, Alim Ulama, cerdik pandai, Tokoh agma, tokoh masyarakat, tokoh adat, khalifah, mursyid, pengurus/imam masjid, dan 19 orang jamaah calon haji (JCH) kec Kepenuhan Kab Rohul.
Dikatakannya, pelaksanaan diklat manasik haji tingkat kecamatan ini telah dilaksanakan di seluruh kecamatan se Rohul. Diklat di kecamatan Kepenuhan ini adalah putaran yang terakhir. Dan dalam kesempatan ini saya akhiri pelaksanaan diklat manasik haji tingkat kecamatan se Rohul.
Nanti akan kita laksanakan lagi diklat pada tingkat Kabupaten Rohul, pasca Ramadhan dan Idul Fitri, menjelang keberangkatan ke tanah suci, sekitar bulan Agustus 2013, bertempat di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, tegasnya.
Ahmad Supardi Hasibuan yang juga Ketua Dewan Penasehat Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) Kab Rohul ini, mengingatkan bahwa menuntut ilmu manasik haji hukumnya adalah wajib, apalagi bagi yang akan pergi menunaikan ibadah haji, sebab kalau tak punya ilmu manasik, secara otomatis tak dapat menunaikan ibadah haji.
Menuntut ilmu dalam diklat manasik haji kita ini, barulah sebahagaian kecil dari sekian banyak ilmu yang terkait dengan ibadah haji. Oleh karena itu, pasca diklat ini diharapkan seluruh JCH dapat belajar manasik haji secara otodidak di rumah masing-masing, sehingga ilmunya makin bertambah dan hajinya mabrur, tegas Ahmad.
Ditambahkannya, bahwa JCH yang sudah selesai menunaikan ibadah haji, secara otomatis akan menjadi tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkungannya. Untuk itu, kemabruran haji, penampilan diri sebagai orang yang telah sempurna menunaikan lima rukun islam, harus dipertahankan aecara terus menerus.
Menurut Ahmad Supardi yang juga Ketua I Badan Pengelola Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian ini, JCH dan apalagi yang sudah haji adalah manusia pilihan dan agent of Change (agen perubahan) sekaligus pembaharu serta pemberi pencerahan dalam masyarakat. Peran ini hendaknya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.***(Ash)