0 menit baca 0 %

KAKANKEMENAG BERSAMA KASI PENMAD TINJAU AKMI DI MIN 1 INHU

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Kamis 18 November 2021, Kakankemenag Kab. Inhu Dr. H. Darwison, MA bersama Kasi Penmad Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I tinjau pelaksanaan AKMI yang diikuti peserta didik MIN 1 Inhu. Dengan persiapan melalui simulasi dan gladi resik AKMI yang telah dilakukan, sebanyak 13 peserta did...

Indragiri Hulu, (Inmas). Kamis 18 November 2021, Kakankemenag Kab. Inhu Dr. H. Darwison, MA bersama Kasi Penmad Hendriadi, S.Ag., M.Pd.I tinjau pelaksanaan AKMI yang diikuti peserta didik MIN 1 Inhu.
Dengan persiapan melalui simulasi dan gladi resik AKMI yang telah dilakukan, sebanyak 13 peserta didik kelas V mengikuti AKMI dari hari pertama hingga hari terakhir lancar dan sukses , ujar Kepala MIN 1 Inhu, Yeni Suryani Samaun, M.Pd menyampaikan laporannya kepada Kakankemenag Kab. Inhu.
Selanjutnya usai pelaksanaan AKMI, Kakankemenag Kab. Inhu berdialog dan menanyakan cita-cita peserta didik.
Dengan belajar sungguh-sungguh dan melaksanakan ajaran agama Islam, Insya Allah apa yang telah di cita-citakan terwujud, ujar Kakankemenag Kab. Inhu.
AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia) adalah asesmen yang dilakukan pada siswa madrasah sebagai metode penilaian yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei karakter. Hasil asesmen dapat digunakan oleh guru dan madrasah untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran.
Literasi numerasi merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi membaca adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah, mengembangkan kapasitas individu, sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat
Literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah dalam mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, serta kesadaran bagaimana sains dan teknologi mempengaruhi manusia dan lingkungan.
Literasi sosial budaya merupakan kemampuan individu dan masyarakat dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa, termasuk kemampuan untuk menerima dan beradaptasi, serta bersikap secara bijaksana atas keberagaman.
AKMI juga berfungsi untuk mendiagnosis kompetensi peserta didik dan tindak lanjut perbaikan pembelajaran; sebagai bahan pemetaan mutu pendidikan madrasah; dan sebagai bahan dalam menyusun program maupun intervensi kebijakan pemerintah dalam peningkatan mutu pendidikan di madrasah, demikian disampaikan Kasi Penmad kepada Inmas Kankemenag Kab. Inhu.(tulang)