Rokan Hulu (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Kakankemenag), H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd.I, menghadiri pembukaan kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam rangka peningkatan kompetensi mengajar di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kemenag Rohul, pada Kamis (21/08/2025), dan diikuti oleh 30 peserta guru Pendidikan Agama Kristen dari berbagai satuan pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Penyelenggara Kristen Rode Manurung, Pembimas dari Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Armen Silaban dan Perwakilan dari Dinas Pendidikan Rohul
Dalam sambutannya, Kakankemenag menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa bertatap muka langsung dengan para guru Pendidikan Agama Kristen.
“Saya bahagia sekali bisa bertemu dengan Bapak dan Ibu sekalian, karena memang jarang ada momen seperti ini. Pertemuan ini sangat penting bagi saya dan kita semua, penuh rasa kekeluargaan. Saya memandang acara pembinaan guru Pendidikan Agama Kristen ini sebagai momentum yang luar biasa. Melalui pertemuan seperti ini, kita bisa saling berbagi, minimal berbagi perasaan. Dengan berbagi, akan muncul semangat dan spirit baru bagi kita semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kakankemenag menekankan bahwa profesi guru merupakan profesi yang sangat mulia dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Menurutnya, pertemuan ini bukan hanya sebagai ajang pembinaan, tetapi juga sebagai media untuk meneguhkan tekad dan ketekunan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
“Kerja guru itu terukur, maka marilah kita memaknai profesi ini dengan sungguh-sungguh. Peran Bapak dan Ibu guru sangat penting bagi masa depan bangsa. Dari tangan Bapak dan Ibu sekalian, lahirlah generasi penerus yang berakhlak, cerdas, dan berkarakter,” tambahnya.
Kakankemenag juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini tengah mendorong Kurikulum Cinta, yakni sebuah program yang bertujuan melahirkan generasi yang ramah, santun, dan mampu hidup rukun serta bergandengan tangan secara harmonis antar sesama pemeluk agama.
Selain itu, beliau menegaskan tiga komponen dasar yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran, yakni sarana, siswa, dan guru. Ketiga unsur tersebut harus saling mendukung agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan para guru Pendidikan Agama Kristen semakin profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi mengajar yang lebih baik demi mencetak generasi muda yang berkualitas serta berkarakter mulia. (Humas)