Tembilahan (Kemenag) - Dalam suasana penuh keakraban, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun mendampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Muliardi, menghadiri acara silaturahmi nasional Forum Komunikasi Pesantren Mu’adalah (FKPM) dan peringatan 10 tahun Pondok Modern Al-Imtinan Putri Kab. Inhil. Acara yang berlangsung meriah ini digelar di lingkungan pondok pesantren pada Senin (20/1/2025).
Kakanwil Kemenag Riau H. Muliardi yang juga sebagai Narasumber pada acara dialog pada acara peringatan 10 Tahun Pondok Pesantren Al-Imtinan ini menyampaikan apresiasi atas kiprah Pondok Modern Al-Imtinan dalam dunia pendidikan.Â
"Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Pondok Pesantren Al-Imtinan telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Indragiri Hilir," ujarnya.
H. Muliardi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan Islam. "Melalui silaturahmi seperti ini, kita dapat memperkuat kerja sama dan saling mendukung dalam mewujudkan cita-cita bersama," tutur H. Muliardi.
Dalam hal ini, Pj. Bupati Inhil, H. Erisman Yahya, turut memberikan ucapan selamat atas capaian Pondok Modern Al-Imtinan. "Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan pesantren, termasuk Pondok Modern Al-Imtinan," tegasnya.
Sementara itu, Kakankemenag Inhil H Harun mengatakan bahwa Peringatan 10 tahun Pondok Modern Al-Imtinan Putri menjadi bukti nyata kontribusi pesantren dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Pondok pesantren tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia," ungkap H. Harun ditemui usai acara.
"Saya sangat mengapresiasi perkembangan Pondok Modern Al-Imtinan. Semoga semakin sukses dalam mencetak generasi emas bangsa," tambahnya.
Salah satu wali santri, Fitri mengungkapkan ucapan syukur. "Saya bersyukur anak saya bisa belajar di pondok pesantren ini. Selain ilmu agama, anak saya juga diajarkan berbagai keterampilan hidup," ujarnya. (Ria)