0 menit baca 0 %

KakanKemenag Kampar : Ponpes dan Madrasah Di Kampar Semakin Baik

Ringkasan: Kampar (Humas) – Tiga tahun belakangan ini, Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Di Kab. Kampar semakin Baik dan mendapat hati di Masyarakat, hal ini ditandai dengan banyaknya murid-murid baru yang mendaftar ke Ponpes dan Madrasah, bahkan ada yang sudah menolaknya menerima murid baru tahun...
Kampar (Humas) – Tiga tahun belakangan ini, Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Di Kab. Kampar semakin Baik dan mendapat hati di Masyarakat, hal ini ditandai dengan banyaknya murid-murid baru yang mendaftar ke Ponpes dan Madrasah, bahkan ada yang sudah menolaknya menerima murid baru tahun ajaran 2013/2014. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kakankemenag Kab. Kampar Drs H Fairus MA di damping Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pekapontren) Muhammad Ali MSy dalam arahanya pada acara Pembukaan Pekan Dakwah Islam ke 15 dan acara Perpisahan Murid Pondok Pesantren Al-Badr Bangkinang hari sabtu (22/06). Pembukaan acara tersebut langsung di buka oleh Wakil Bupati Kampar H Ibrahim Ali SH yang dihadiri oleh Angota DPRD Kab. Kampar, Kapolres Kampar, Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, Tokoh Masyarakat dan seluruh undangan yang hadir. Fairus mengakatakan, Kementerian Agama Kab. Kampar sat ini terus mengupayakan perbaikan Ponpes dan Madrasah baik dibidang fisik (Pembangunan) maupun di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga Pendidik. Tahun ini, Kementerian Agama Kab. Kampar telah mengajukan dana sebesar 50 M (Milyar) ke Kementerian Agama Pusat di Jakarta untuk pembangunan-pembangunan untuk Pondok Pesantren dan Madrasah baik itu rehab maupun bangunan baru. Sedangkan untuk tenaga Pendidik (Guru) Kementerian Agama Kab. Kampar terus membimbing dan menguji kemampuan Guru terutama dalam mempelajari kitab kuning. Lebih lanjut Fairus mengatakan, tema yang diberikan oleh Panitia Pekan Dakwah Islam ke 15 tahun ini Meneladani Kehidupan Al-Khulafa’ Ar-Rosyidin sangat bagus. Yang mana kepemimpinan 4 orang Khulafa’ Ar-Rosyidin yakni Saidina Abu Bakar Siddiqpada tahun 632-634 M, Saidina Umar Bin Khatab tahun 634-644 M, Saidina Uthman Bin Affan pada tahun 644-656 M, dan Saidina Ali Bin Abi Talib pada tahun 656-661 M. mereka ini merupakan wakil-wakil atau khalifah-khalifah yang benar atau lurus. Mereka mewarisi kepimpinan Rasulullah selepas kewafatan baginda Nabi Muhammad SAW. oleh karena itu, keteladannya patut kita contoh, tegasnya. Sementara itu, Fairus juga mengatakan betapa pentingnya pendidikan di PDTA. Yang mana PDTA ini merupakan pondasi awal dalam menuntut ilmu Agama Islam. Oleh karena itu, setiap anak-anak kita wajib mengenyam pendidikan di PDTA yang dulu dikenal dengan sebutan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). Di PDTA inilah anak-anak kita belajar ilmu agama selama 24 jam dalam 1 minggu. Mereka di ajarkan mulai dari membaca Al-Qur’an, Hadist, Aqidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Bahasa Arab dan tata cara dalam beribadah (Praktek Ibadah). Di bandingkan dengan Sekolah Dasar (SD), mereka hanya belajar ilmu Agama Islam hanya 2 jam dalam 1 minggu, jika Gurunya tidak masuk, bisa kita bayangkan bersama, apa yang didapat oleh anak-anak kita dalam memperoleh ilmu Agama Islam. Saat ini jumlah siswa SD (Sekolah Dasar) lebih dari 90.000 Siswa, sedangkan yang masuk PDTAhanya 40.301 siswa. Jika kita persentasekan, tidak sampai 50% siswa SD yang masuk PDTA. Oleh karena itu, Kementerian Agama Kab. Kampar bersama Pemerintah Kab. Kampar dan DPRD Kab. Kampar terus Menggesa Perda Wajib PDTA, Gerakan Magrib mengaji dan Perda Pandai Baca Al-Qur’an. Dan Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik ke tiga Perda ini telah disetujui dan telah menjadi perda. Mudah-mudahan Perda ini bisa kita wujudkan dalam dunia pendidikan anak-anak kita dan bisa diterima oleh semua kalangan Masyarakat, tutupnya. (Ags)