0 menit baca 0 %

Kakankemenag Pelalawan Buka Kegiatan Pokja Pengembangan Kampung Moderasi Beragama

Ringkasan: Pelalawan (Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Jisman, secara resmi membuka Kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Kampung Moderasi Beragama, Selasa (30/7) di aula Kantor Bappeda, Komplek Perkantoran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci.

Pelalawan (Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Jisman, secara resmi membuka Kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Kampung Moderasi Beragama, Selasa (30/7) di aula Kantor Bappeda, Komplek Perkantoran Bhakti Praja, Pangkalan Kerinci.

Acara ini digagas oleh Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Pelalawan dengan tujuan meningkatkan pemahaman moderasi beragama di masyarakat.

Dalam sambutannya, Jisman menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai upaya menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman.

"Moderasi beragama adalah kunci untuk menciptakan harmoni dalam masyarakat yang majemuk. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya toleransi," ujar Jisman.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, penyuluh agama, dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Pelalawan. Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini adalah Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Pelalawan, T. Nahar, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pelalawan, Andi, serta Dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) Kampus Pelalawan, Yusmisri.

T. Nahar dalam paparannya menyoroti peran penting FPK dalam menjaga harmoni antar umat beragama. Sementara itu, Andi dari Kesbangpol Pelalawan menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempromosikan moderasi beragama.

Yusmisri, sebagai akademisi, memberikan pandangan tentang bagaimana pendidikan dapat menjadi alat penting dalam mengembangkan pemahaman moderasi beragama. Ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif dan dialog antaragama adalah fondasi bagi masyarakat yang damai dan toleran.

Acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini berjalan lancar dan diakhiri dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan untuk memperkuat kerukunan dan toleransi di Kabupaten Pelalawan. (*)