0 menit baca 0 %

Kakankemenag Pelalawan Ikuti Sosialisasi Pendidikan Kesetaraan Ponpes Salafiyah

Ringkasan: Pelalawan (Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Pelalawan, Jisman, mengikuti kegiatan sosialisasi pendidikan kesetaraan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah di Aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis (25/7/2024). Acara ini menghadirkan Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pe...

Pelalawan (Kemenag)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Pelalawan, Jisman, mengikuti kegiatan sosialisasi pendidikan kesetaraan Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah di Aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis (25/7/2024).

Acara ini menghadirkan Kasubdit Pendidikan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sebagai narasumber tunggal.

Dalam paparannya, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan menegaskan pentingnya pendidikan Ponpes Salafiyah bagi bangsa ini. Ia menyatakan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama yang mendalam. "Pendidikan di ponpes salafiyah harus terus ditingkatkan, terutama dalam kemampuan membaca kitab kuning atau gundul," ujarnya.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan rencana pemerintah untuk memperkenalkan lembaga pendidikan formal berbasis Al-Qur'an di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada generasi muda. "Kita harus menyiapkan generasi Qur'ani sejak usia dini," tambahnya.

Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya pondok pesantren memiliki kiai, asrama, santri, dan kajian kitab khusus sebagai elemen utama dalam pendidikan pesantren. Ia menyarankan agar pimpinan pondok dapat menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk membiayai para guru guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih baik.

Dalam penutupnya, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren untuk terus memperkuat peran mereka dalam mendidik generasi bangsa. "Peran pesantren dalam pendidikan agama sangat vital, dan kita harus memastikan bahwa pesantren dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman," pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para pengelola pondok pesantren tentang pentingnya pendidikan kesetaraan dan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren. (*)