0 menit baca 0 %

Kakankemenag Rohul: Idul Fitri Momentum Kesatuan Keluarga

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Idul Fitri adalah momentum kesatuan keluarga, dengan kembali kepada fitrah setelah satu bulan penuh berpuasa ramadhan, melatih diri tidak makan dan tidak minum pada siang hari di bulan ramadhan. Puasa Ramadhan adalah upaya mengendalikan hawa nafsu, sebab nafsu senantiasa menggero...
Rokan Hulu (Humas)- Idul Fitri adalah momentum kesatuan keluarga, dengan kembali kepada fitrah setelah satu bulan penuh berpuasa ramadhan, melatih diri tidak makan dan tidak minum pada siang hari di bulan ramadhan. Puasa Ramadhan adalah upaya mengendalikan hawa nafsu, sebab nafsu senantiasa menggerogoti dan menjerumuskan umat manusia ke jurang kehinaan dan kehancuran. Terkadang banyak di antara keluarga kita yang berada pada posisi ini, yang tidak terpantau, tidak terperhatikan oleh kita, padahal terkadang mereka adalah keluarga dekat kita. Oleh karena itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan, MA pada acara Halal bi Halal karyawan dan karyawati Kantor Kemenag Rohul, Senin (5/9) di aula Kan Kemenag Rohul, momentum Idul Fitri hendaklah dijadikan momentum penyatuan keluarga, baik keluarga senasab (keturunan) maupun keluarga seagama, sebab umat islam adalah bersaudara. "Acara ini dimaksudkan dalam rangka meningkatkan silaturrahim antara pejabat dan karyawan karyawati Kan kemenag Rohul, saling meminta maaf dan memaafkan kesalahan antara satu sama yang lain, dan menjalin hubungan yang terputus. Hanya saja perlu diingat, bahwa dosa yang terhapus dengan maaf memaafkan dalam halal bi Halal ini adalah dosa yang bersifat non materi, sedangkan dosa yang bersifat materi seperti barang yang dicuri, hutang piutang dan lain sebagainya, tidak selesai dengan halal bi Halal. Bila terkait dengan uang, maka uang itu harus dikembalikan atau dibayarkan," ungkapnya. Pada kesempatan tersebut, Ahmad Supardi Hasibuan, berpesan empat hal, pertama, lupakan kebaikan kita pada orang lain, sebab kalau diingat terus bisa jadi ria dan menuntut balasan. Kedua, ingat terus kebaikan orang lain pada kita, supaya kita bisa membalasnya. Ketiga, ingat kesalahan kita pada orang lain, supaya kita minta maaf dan bertaubat. Dan keempat, lupakan kesalahan orang lain pada kita, sehingga dimaafkan. Hadir pada acara itu, Kasubag Tata Usaha, Kasi Mapenda Islam, Kasi Penamas Peka Pontren, Kasi Urais Haji, Kasi Zakat Wakaf, pengawas pendidikan Islam, dan karyawan karyawati kan Kemenag Rohul. (ash)