Kakankemenag Rohul: Masjid Tempat Ibadah dan Pemberdayaan
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kebangkitan dunia Islam pertama kali ditandai hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah menuju kota Madinah yang kala itu bernama Yatsrib. Monumen hijrah ditandai dengan pembangunan Masjid Quba, sebagai bangunan pertama kali yang dibangun oleh Nabi Muhammad pasca hijrah.
Rokan Hulu (Humas)- Kebangkitan dunia Islam pertama kali ditandai hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah menuju kota Madinah yang kala itu bernama Yatsrib. Monumen hijrah ditandai dengan pembangunan Masjid Quba, sebagai bangunan pertama kali yang dibangun oleh Nabi Muhammad pasca hijrah. Masjid dalam pandangan islam mempunyai dua peranan penting. Pertama, sebagai tempat ibadah dan zikrullah. Kedua, sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan umat Islam.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Rabu (28/7) saat memberikan ceramah pada Orientasi Pengelolaan Masjid Modern di Masjid Raya Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu yang dihadiri oleh Camat Ujung Batu, Danramil Ujung Batu, Kapolsek Ujung Batu, Kepala Kua Ujung Batu, Pengurus/ Imam Masjid se Ujung Batu, Tokoh Agama, Tokoh Adat, para Ulama, dan 200 an orang Jamaah Masjid se Ujung Batu.
Menurut Ahmad Supardi, penggunaan masjid dengan dua fungsi tersebut merupakan rahasia dari keberhasilan Muhammad SAW sebagai seorang Nabi dan Rasul serta kunci sukses kebangkitan dunia Islam. Sehingga umat Islam pernah menguasai dua pertiga dunia ini dan berkuasa sebagai kekuatan utama dunia selama 700 tahun.
Di Rokan Hulu, kata Ahmad Supardi, terdapat 603 unit Masjid. Jika Seluruh Masjid ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka sudah barang tentu akan dapat menjadi pemacu dan pemicu kebangkitan umat Islam dan sekaligus akan dapat mengantarkan Rokan Hulu sebagai pusat kebangkitan umat Islam.
"Namun sangat disayangkan, secara umum masjid kita baru berfungsi sebagai tempat ibadah dan itupun baru digunakan oleh segelintir orang, buktinya orang sholat di masjid hanya satu dua shaf, sedangkan sisanya kosong melompong," ungkapnya menyesalkan.
Ia menambahkan, fungsi masjid di masa Rasulullah minimal ada sepuluh, 1. Tempat ibadah dan zikrullah, 2. Tempat latihan dan mengatur strategi perang, 3. Tempat pendidikan, 4. Tempat santunan sosial, 5. Tempat pengobatan korban perang, 6. Tempat atau aula pertemuan, 7. Tempat tawanan perang, 8. Tempat bermain anak anak, 9. Pusat informasi keagamaan, 10. Pusat informasi sosial ekonomi. (ash)