Kakankemenag Rohul Mewisuda 51 Siswa PDTW Al Hidayah
Ringkasan:
Pasir Pengaraian (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan,MA, selasa (19/6) kemarin mewisuda sebanyak 51 santri/wati Pendidikan Diniayh Takmiliyah Wustha (PDTW) Al hidayah SMP Negeri 1 Rambah. Kegiatan dilangsungkan di Kampus SMP Negeri 1 Rambah Pa...
Pasir Pengaraian (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan,MA, selasa (19/6) kemarin mewisuda sebanyak 51 santri/wati Pendidikan Diniayh Takmiliyah Wustha (PDTW) Al hidayah SMP Negeri 1 Rambah. Kegiatan dilangsungkan di Kampus SMP Negeri 1 Rambah Pasir Pengaraian.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Rokan Hulu, H M Zen, S.Pd,M.Pd, Camat Rambah Arie Gunadi,S.Ip, Kepala UPTD Dikpora Rambah, Kepala SMPN 1 Rambah yang juga kepala PDTW Al hidayah Rambah, H.Yusrial, S.Pd, Ketua Komite PDTW Alhidayah Zulkifli,S.Sos, dan para majelis guru serta undangan lainnya.
Dalam arahannya Kakan Kemenag Rokan Hulu, Drs.H.Ahmad Supardi Hasibuan,MA menyatakan PDTW adalah kelanjutan dati PDTA atau MDA dalam rangka meningkatkan pengetahuan agama islam, meningkatkan mentalitas dan moralitas anak didik, sehingga tercipta insan yang berpengetahuan agama, memiliki mentalitas yang kokoh dan berprilaku akhlakul karimah.
Pada PDTW sambung Supardi, anak didik digembleng selama dua tahun sehingga memiliki ilmu yang mempuni, mentalitas yang baik pula.
Lebih lanjut dikataknnya, PDTW Al hidayah Rambah ini adalah satu satunya PDTW yang ada di provinsi Riau. Untuk itu Ahmad Supardi berharap agar PDTW ini dikelola dengan sebaik-baiknya, sebab kedepan PDTW Al hidayah ini akan menjadi PDTW percontohan bagi daerah kabupaten kota lainnya.''Pada saatnya nanti orang lain akan datang belajar ke PDTW kita ini," ujarnya.
Kakankemenag berjanji akan memberikan perhatian khusus bagi PDTW ini dan sekaligus berharap agar di seluruh SMP se-Rohul agar dibentuk PDTW, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengetahuan anak-anak SMP di bidang ilmu pengetahuan agama, mentalitas agama dan moralitas akhlaqul karimah.
"Dahulu disekolah kita ada pelajaran agama 2 jam, ada pendidikan moral pancasila 2 jam, dan ada pendidikan budi pekerti 2 jam, sekarang dua jam yang terakhir sudah dihapus dan tinggal pelajaran agama 2 jam seminggu, tanpa ada penambahan. Padahal tantangan yang dihadapi anak didik semakin kompleks, harusnya pelajaran agama harus ditambah. Namun dalam kenyataanya kebijakan nasional kita dalam pendidikan tidak menambah jam pelajaran agama, untuk menjawabnya PDTW inilah," tuturnya.
Dengan adanya PDTW lanjutnya, anak didik akan belajar di sekolah dari jam 07.00 sampai dengan 16.00 sore. Hal ini berarti bahwa seluruh siswa ful belajar dan sholat zuhur serta ashar berjamaah di sekolah.
Sementara itu Kadis dikpora Kabupaten Rokan Hulu, H M Zen menyatakan untuk tahuan ajaran 2012 ini pihaknya akan mewajibkan seluruh siswa SMPN 1 Rambah untuk masuk PDTW Al hidayah tanpa kecuali, sehingga ini bisa menjadi percontohan bagi SMP lainnya di Rokan Hulu.(sopian)