Rokan Hulu (Kemenag)— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, H. Zulkifli, menjadi pembina apel pagi Senin, 15 Desember 2025, yang diikuti oleh ASN Kantor Kemenag Rokan Hulu dan jajaran KUA Kecamatan Rambah, bertempat di halaman Kantor Kemenag Rokan Hulu.
Dalam amanatnya, Kakankemenag menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, serta semangat pengabdian dalam menyambut Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama agar diperingati secara meriah namun tetap bermakna.
H. Zulkifli menginstruksikan agar seluruh jajaran Kemenag, mulai dari KUA, madrasah, hingga pengelola tempat ibadah, turut ambil bagian dalam menyemarakkan HAB dengan memasang umbul-umbul dan spanduk HAB sesuai tema yang telah ditetapkan.
“Saya minta seluruh madrasah dan KUA minimal memasang satu spanduk HAB sesuai tema. Kalau memungkinkan, silakan lebih. Mari kita tunjukkan bahwa Kementerian Agama hadir dan hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Kakankemenag juga menegaskan bahwa peringatan HAB harus diiringi dengan aksi nyata kepedulian sosial. Seluruh satuan kerja diimbau untuk melaksanakan bakti sosial, baik dalam bentuk bantuan dana maupun kerja bakti.
“Kalau tidak bisa dengan uang, lakukan dengan tenaga. Kerja bakti di rumah ibadah, pemakaman umum, dan fasilitas sosial lainnya juga bagian dari amal bhakti kita,” ujar H. Zulkifli.
Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag juga menyampaikan bahwa Kemenag Rokan Hulu telah dan terus terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan bagi korban bencana alam. Ia menyampaikan bahwa pada hari itu juga, rombongan Kemenag Rohul insyaallah akan berangkat ke Sumatera Barat untuk menyalurkan bantuan.
“Mohon doa dari kita semua, semoga perjalanan lancar dan bantuan yang kita salurkan benar-benar membawa manfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” imbuhnya.
Dalam suasana haru, H. Zulkifli turut menceritakan kondisi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menyebutkan bahwa Kantor Kemenag Aceh Tamiang yang memiliki dua lantai, lantai duanya terendam lumpur setinggi hampir satu meter. Selain itu, sekitar 60 madrasah dengan 90 persen kondisi tidak dapat digunakan, sehingga aktivitas perkantoran dan proses belajar mengajar terhenti hingga hari ke-25, bahkan listrik masih padam.
Apel pagi tersebut menjadi momentum penguatan semangat solidaritas, empati, dan pengabdian ASN Kementerian Agama Rokan Hulu dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat dan bangsa, sejalan dengan nilai-nilai HAB Kemenag. (Humas)