Rokan Hulu (Kemenag)- Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd, melalui Sub Bagian Ortala dan KUB bagian Tata Usaha menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan Umat Beragama (KUB) dalam Penguatan Moderasi Beragama (PMB) Kampanye Hidup Rukun di Ruang Publik di Hotel Gelora Bhakti Pasir Pengaraian, Rabu (11/12/24).
Kegiatan serupa sudah berjalan memasuki tahun kedua
(2024), yang merupakan program kemitraan antara DPR RI khususnya Komisi VIII,
demikian ungkap Kakanwil Muliardi, melalui Ketua Tim Ortala dan KUB, H. Gana Radguna, ungkapnya, “Program kemitraan
ini (Moderasi Beragama) sudah memasuki tahun kedua (2024), sebelumnya pernah
ditaja di kota Pekanbaru pada Tahun 2023”.
Hal senada diungkap oleh H. Ahmad selaku Legislator DPR RI asal Riau yang membidangi urusan keagamaan dan kemasyarakatan.
“DPR RI
Komisi VIII berupaya untuk merangkul seluruh umat malalui Program Kemitraan
yang menjangkau seluruh wilayah sehingga hasilnya dapat dirasakan secara nyata.
Karena itu ke depan kita akan mengevaluasi kegiatan ini apakah akan dilanjutkan
atau disesuaikan kegiatannya”, papar anggota Dewan yang terpilih untuk periode
keduanya.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau Muliardi, dalam
arahannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kesempatan yang diberikan
untk membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor Moderasi Beragama, mengingatkan peserta bahwa ada yang lebih
penting dari Moderasi Beragama yaitu Moderasi Kehidupan.
“Ada yang harus kita camkan bersama bahwa kerukunan
dan moderasi beragama tidak akan bermakna dan memberikan banyak manfaat, kalau
kita belum bisa meningkat kepada moderasi kehidupan, sebab dengannya (MK) akan
membawa manusia kepada kemajuan tidak saja di dunia, tetapi keselamatan di
akhirat. Tidak ada satupun agama yang tidak mengajarkan kedamaian, dan
kedamaian adalah inti dari kehidupan itu sendiri. Jadi Moderasi Beragama adalah
Moderasi Kehidupan itu sendiri”, tegasnya.
“Semua agama itu mengajarkan kedamaian, oleh sebab itu
melalui ruang publik ini dan acara ini seluruhnya dikemas bagaimana cara kita
hidup rukun dalam beragama, berikan ruang untuk kita memahami apa itu moderasi
beragama. Dan nanti yang kita butuhkan di tahun 2045 untuk generasi emas adalah
moderasi kehidupan, apa yang ada dalam konsep moderasi beragama, kita
aplikasikan dan terapkan dalam moderasi kehidupan kita," lanjutnya.
Dalam Al-Quran yang banyak disebut kan sifat Allah
itu adalah Ar- Rohman dan Ar- Rohim, yaitu Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
jika diamalkan hal itu tidak akan ada konflik dan perdebatan dan lain
sebagainya di dalam negara ini.
Kemudian, Kakanwil menjelaskan,pada hari ini kita
masih menggalakkan kampanye hidup rukun di ruang publik, tentu kegiatan ini
dikemas dengan spirit moderasi beragama,
hidup rukun secara beragama tidak hanya secara seremonial tetapi kita harus
mengkaji lagi melalui Al-Quran bagi umat Islam, dan umat lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini peserta dari Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, anggota FKUB Rohul, tokoh masyarakat
dan anggota dari Rumah Aspirasi Sang Pamong. (GR/AS)