Kakanwil Arahkan Pegawai Dalam Pembinaan Bulanan
Ringkasan:
Pekanbaru, 23/6 (Humas)- Beberapa permasalahan krusial mencuat dalam acara bulanan Pembinaan Pegawai oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur SH, Rabu (23/6). Acara yang berlangsung di aula mini itu dihadiri oleh segenap pegawai Kanwil Kemenag Riau yang sampai saat ini berjumlah 140 orang terma...
Pekanbaru, 23/6 (Humas)- Beberapa permasalahan krusial mencuat dalam acara bulanan Pembinaan Pegawai oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur SH, Rabu (23/6). Acara yang berlangsung di aula mini itu dihadiri oleh segenap pegawai Kanwil Kemenag Riau yang sampai saat ini berjumlah 140 orang termasuk CPNS baru. "Saat ini jumlah pegawai yang ada di Kanwil sekitar 140 orang termasuk beberapa orang CPNS yang diangkat per 31Mei 2010" jelas Kasubbag Kepegawaian Drs. H. Asmuni MA ketika mendampingi Kakanwil.
"Dalam pembinaan pegawai kali ini ada beberapa persoalan yang diangkat antara lain Standar Operasional Prosedur (SOP) di unit kerja masing-masing sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis (Juklak dan Juknis), dan pencairan bantuan keagamaan. Kakanwil juga akan memaparkan sekilas tentang arah dan strategi pembangunan Agama dan Keagamaan Tahun 2010" tambah Asmuni.
Di antara masalah yang cukup mendapat perhatian adalah mengenai pengambilan dan pertanggungjawaban secara administratif bantuan keagamaan yang disalurkan kepada pihak-pihak penerima.
"Pihak auditur sekarang menginginkan agar bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada penerimanya melalui rekening bank dan dapat dubuktikan secara administratif. Apabila ketentuan ini tidak diikuti maka akan menimbulkan masalah di kemudian hari" tutur Kakanwil.
Kakanwil juga mendapat masukan dari bidang-bidang terkait masalah terhambatnya pencairan dana karena tidak mengikuti prosedur perbankan. Karena antara satu bank dengan yang lain memiliki standar yang berbeda-beda. Untuk memecahkan masalah tersebut pihak Kanwil akan mengirimkan surat kepada bank-bank bersangkutan.
"Agar antara masing-masing bank yang mencairkan dana bantuan dari Kementerian Agama memiliki prosedur yang sama, maka kepada Bagian Keuangan saya perintahkan untuk mengirimkan tembusan surat kepada bank-bank terkait dan Bank Indonesia, agar tidak ada lagi kendala nanti" kata Asyari Nur.
Menyinggung masalah minimnya penggunaan fasilitas asrama haji, Kakanwil berharap agar masing-masing bidang bisa mengadakan sebagian kegiatannya di asrama yang terletak di Rumbai tersebut. "Selama ini kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh bidang-bidang sangat minim atau hampir tidak pernah menggunakan fasilitas asrama haji Rumbai. Padahal keadaan kamar dan kenyamanannya tidak kalah dibanding hotel yang setara. Jadi apabila jenis kegiatan itu memenuhi syarat dilaksanakan di sana, tidak ada salahnya kita gunakan agar pemasukan dari sewa asrama bisa dipakai untuk menjalankan biaya operasional haji" tambah Kakanwil.
Di sisi lain Kakanwil menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan agama dan keagamaan yang fokus dan terarah pada tahun 2011, yang beliau coba tuangkan dalam bentuk tulisan.
"Dalam waktu dekat ini saya akan menerbitkan buku dengan judul Arah dan Strategi Pembangunan Agama dan Keagamaan Tahun 2011. Di dalamnya terdapat pokok-pokok pikiran, permasalan dan hal-hal yang perlu dilaksanakan terkait urusan Agama Islam, bidang Penamas, Haji, Mapendais, dan Kerukunan Umat Beragama. Diharapkan juga tambahan masukan dari bidang-bidang dan pembimas sehingga akan lebih menyempurnakan buku itu apabila diterbitkan" jelas Kakanwil. (as).