Kakanwil: Bantuan Keagamaan Merupakan Wujud Kepedulian Pemerintah Terhadap Umat Beragama
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kakanwil Kemenag Provinsi Riau (Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau) Drs. H. Asyari Nur, SH, MM mendampingi anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) bidang hubungan antar agama. Wantimpres yang diketuai KH Ma’ruf Amin beserta staf mengadakan Kunjun...
Pekanbaru (Humas)- Kakanwil Kemenag Provinsi Riau (Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau) Drs. H. Asyari Nur, SH, MM mendampingi anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) bidang hubungan antar agama.
Wantimpres yang diketuai KH Ma’ruf Amin beserta staf mengadakan Kunjungan ke Rumah Ibadah yang ada di Pekanbaru, Kamis (2/2).
Rumah ibadah yang pertama dikunjungi adalah rumah ibadah Agama Katolik Gereja Katolik A Fatima yang berdiri tahun 1959 lalu yang terletak di jalan Jenderal Ahmad Yani No 48. Kemudian rumah ibadah Umat Islam yaitu Mesjid bersejarah di Pekanbaru yaitu Mesjid Raya Pekanbaru, Vihara Bumi Suci Maitreya, Gereja Batak Karo Protestan dan yang terakhir Rumah Ibadah Agama Hindu Pura Agung Jagatnatha.
Selain Kakan Kemenag Provinsi Riau, turut hadir Pembimas Katolik Juliana, Pembimas Budha Suratman, Pembimas Hindu Putu Sinawa dan pembimas Kristen Yesri Elfis Hasugian, serta didampingi masing-masing guru agama.
Kakan Kemenag Provinsi Riau Drs H Asyari Nur SH MM mengatakan jumlah Rumah Ibadah tiap tahunnya mengalami peningkatan. Begitu juga dengan mengatasi kelompok belajar bimbingan agama, saat ini sudah ada bantuan itu, seperti tahun lalu mendapat bantuan sebesar Rp.15juta.
Namun ada permasalahan yang harus diselesaikan yaitu pembangunan SD Katolik di Tapung. Ini karena pembangunan yang tidak sesuai dengan kondisi daerah tersebut. Kampar adalah Negeri serambi Mekah. “Pembangunan tidak akan bermasalah jika dibangun di sekitar Pekanbaru, Karena Masyarakatnya sudah majemukâ€, ujar Asyari.
Masing-masing agama mepunyai permasalahan yang berbeda-beda didalam menjaga kerukunan umat beragama, Agama Katolik dan Budha memiliki permasalahan yang sama yaitu susahnya mendirikan sekolah. Tapi masih dapat diselesaikan dengan bermusyawarah. Karena semua ada aturannyan. Perbedaan antara Agama Budha dan Agama Konghucu, dimana jika dilihat sekilas tidak ada perbedaan.
Namun Pembimas Agama Budha Suratman mengatakan, jika dilihat lebih dalam maka akan dapat dilihat perbedaannya, seperti pada sikap sembahyang, yaitu sikap Anjani. Namun Agama Hindu tidak mempunyai permaslahan yang mendasar. Secara umum kerukunan beragama di Provinsi Riau sangat baik. Karena potensi konflik adalah aset. Jadi, jika aset masing-masing agama dijaga dengan baik maka konflik akan dapat dihindari.
KH Ma’ruf Amin menjelaskan, apabila ada kasus harus diselesaikan dengan musyawarah, agar tidak terjadi konflik. Peraturan menteri yang diambil dari Surat Keputusan Bersama (SKB) ada mengenai pembangunan Rumah Ibadah namun pembangunan sekolah belum ada. Ia mencontohkan pembangunan di Papua dan Bali, di daerah ini Islam adalah minoritas. Jadi, Umat Islam harus mentaati adat istiadat daerah tersebut. “Agama apapun dia harus mentaati yang disepakati bersamaâ€, Tegas Ma’ruf. (and).