0 menit baca 0 %

Kakanwil Buka Muswil II APRI Riau: Penghulu dan Penyuluh Garda Terdepan Jaga Keutuhan Bangsa

Ringkasan: Riau (Kemenag) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H.Muliardi M.Pd. secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau (18/97/2025).Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan pentingnya peran strategis penghulu dan penyuluh...

Riau (Kemenag) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H.Muliardi M.Pd. secara resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Wilayah Riau (18/97/2025).

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan pentingnya peran strategis penghulu dan penyuluh sebagai ujung tombak pelayanan umat dan penjaga ketahanan bangsa. Ia menyebut bahwa Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menjadi leading sector dalam memperkuat nilai-nilai pondasi negara melalui peran aktif para penghulu dan penyuluh agama.

“KUA hari ini bukan hanya tempat mengesahkan pernikahan, tetapi juga lembaga yang memelihara kehidupan pernikahan, memberikan pendidikan dan penyuluhan agama, serta berinovasi dalam pelayanan keagamaan yang menyentuh semua lapisan masyarakat,” ujar Muliardi. 

Ia mendorong para penghulu untuk terus berinovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern, dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. KUA, lanjutnya, harus menjadi wajah pelayanan publik yang humanis, inklusif, dan berdampak langsung bagi umat.

Muswil II APRI ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Kabid Urais) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, H. M. Fakhri, Ketua Tim Kepenghuluan Kanwil Kemenag Riau, Dr. H. Ilyas, M.Ag., dan Ketua APRI Wilayah Riau, Dr. H. Suhardi, MA., serta para penghulu dari berbagai KUA kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Selain menjadi forum konsolidasi dan silaturahmi, Muswil ini juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan program kerja APRI ke depan, termasuk penguatan kompetensi penghulu, digitalisasi layanan KUA, serta peningkatan literasi keagamaan di tengah masyarakat.

Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi antar-penghulu semakin solid, dan peran serta mereka dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama semakin optimal.