Rokan Hilir (inmas)- Kakanwil Kemenag
Prop. Riau Dr. H. Mahyuddin, MA melakukan kunjungan silaturrahmi di Pondok Pesantren
Bidayatul Hidayah (BHD), Kepenghuluan Cempedak Rahuk Kecamatan Tanah Putih Kabupaten
Rokan Hilir, Selasa (24/8).
Kunjungan orang nomor satu di Kanwil
Kementerian Agama Prop. Riau ini, disambut antusias pengasuh dan para santri
pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 2013 yang lalu.
"Kunjungan Kakanwil Kemenag Riau
sangat kami harapkan, Alhamdulillah, kami sangat bersyukur kepada Allah atas kehadirannya
beserta rombongan, semoga kehadiran beliau menambah kekuatan bagi kami
terkhusus bagi anak-anak santri kami," ujar KH. Hasanudin.
KH. Hasanudin menceritakan
sejarah singkat berdirinya pondok pesantren yang memiliki luas 36 hektar ini.
Pondok yang berdiri sejak 8 tahun lalu, memiliki 3.800 santri.
"Alhamdulillah, pesantren
kami ini, merupakan pesantren yang memiliki santri terbanyak di Riau,"
ujar Hasanudin.
H. Mahyuddin sangat mengapreasiasi
pondok pesantren Bidayatul Hidayah yang memiliki banyak terobosan untuk
santrinya, salah satunya mendidik santri preneur yang berjiwa wirausaha.
Kemudian Kakanwil, pondok
pesantren ini ada kelas Internasional. Bahkan guru yang mengajar langsung dari
ahlinya, bahasa arab dari Lebanon, bahasa inggris gurunya dari
Australia.
Artinya ada terobosan untuk
meningkatan sumberdaya manusia. Sehingga alumni pondok ini bukan hanya
disiapkan untuk menjadi ulama, juga interpreneur yang berdaya saing," ujar
Mahyudddin
Usai acara di Aula, Kakanwil diajak
KH. Hasanuddin dengan mobil Pajero sportnya berkeliling areal pesantren yang terbentang
luas 36 Ha. Tentu tidak bisa dengan berjan kaki karena luasnya area.
Dengan didampingi Plt Kakankemenag Rohil Drs. H. Naini, M.Pd.I, perencanaan Bidang
Urais Novriandra, S.Kom, Kasi Pakis Kankemenag Rohil H. Hasbullah, S.Ag, beberapa
staf Kanwil dan para ustadz.
Saat berkeliling komplek pesantren,
Kasi Pakis Kemenag Rohil tak henti hentinya mengabadikan momen dengan merekam melalui
video. Dan yang lebih menarik perhatian inmas lagi, disupiri langsung oleh kiyainya.
Selain melihat asrama putra dan putri
juga yang lebih membanggakan kakanwil adalah bahwa pontren BHD mengembangkan usaha
pesantren berupa ternak sapi, perikanan dan ayam petelor.
“luar biasa, semoga KH. Hasanuddin dan para ustadznya sabar menghadapi perjuangan ini, karena saya yakin tidak mudah dalam waktu relatif singkat yakni 8 tahun sudah bisa membuat pesantren sedemikian rupa,” puji kakanwil.
Usai berkeliling areal pesantren selanjutnya
rombongan dipersilakan oleh KH. Hasanuddin untuk menyantap hidangan yang telah disiapkan
oleh para santri dengan menu yang bahan bakunya hasil dari pesantren sendiri dan
masakan santri. (Nsh)