Riau (humas)- Kondisi kerukunan beragama di Riau sangat baik. “Kementerian agama sejak 3 tahun terakhir telah mendengungkan program moderasi beragama agar posisinya berada di tengah. Tidak terlalu ekstrim ke kanan dan juga ekstrim ke kiri” tegasnya saat membuka kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen Tahun 2020 yang berjalan kondusif (15/10/2020).
Dalam kesempatan itu, Kakanwil Kemenag Riau, Dr.H. Mahyudin MA turut menyinggung perihal kerukunan dalam sambutannya. Menurutnya kerukunan harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Karena ketika kita bicara kerukunan, tentu kita berharap bagaimana ini terus terjalin, dipupuk bersama”, tandasnya. Ia mencontohkan pengalaman kasus ketidakrukunan beragama yang pernah terjadi di Poso telah membuat tidak nyaman keluar dari rumah, apalagi menjalankan tugas-tugas harian.
Kemudian tak lupa mantan Kabid PHU mengingatkan dengan perumpamaan: “Saat ada api kecil, maka segeralah dipadamkan, karena kalau api sudah membesar, pasti akan sulit dipadamkan”. Ia meyakini bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan kalau sama-sama duduk untuk dibicarakan.
“Oleh karena itu, tokoh agama jangan pula menjadi provokator, tapi jadilah penyejuk. Nah, tokoh-tokoh agama, kita ingatkan, tidak hanya kristen, tapi juga berbagai tokoh agama lainnya agar jadi penyejuk di masyarakat”, pintanya pada kegiatan yang dipusatkan di Hotel The Zuri Pekanbaru tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Mahyudin juga diamanatkan untuk menyampaikan materi. Sebagai narasumber, Kakanwil mengupas tentang Moderasi dalam Kehidupan Multikultural di Indonesia.
Ia pun mempertanyakan, mengapa moderasi beragama itu penting. Ia mengingatkan bahwa perbedaan itu pasti ada.
“Dalam Islam perbedaan itu disebut sunnatullah. Itulah keanekaragaman sebagai fitrah bangsa” sebutnya. Ia menambahkan bahwa Bangsa Indonesia bangsa beragama, sehingga moderasi beragama mengajarkan agama yang ramah dan menghargai umat beragama lainnya.
“Itulah cara memahami agama dalam konteks sebenarnya” jelasnya.
Ia menekankan bahwa moderasi beragama mengajarkan toleran.
“Disini saya melakukan edukasi agama pada tokoh-tokoh agama tentang apa itu moderasi agama, sehingga bapak/ibu bisa meneruskan apa yang kami programkan ini” harapnya.
Ia meyakini moderasi beragama ini sangat terkait dengan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu ia berharap perlunya mengawal moderasi beragama berjalan dengan semestinya.(vera)