0 menit baca 0 %

Kakanwil Kukuhkan Pengurus Mustika Mandau

Ringkasan: Duri (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Ahad (17/7) kemarin, secara resmi mengukuhkan pengurus Muslim Tionghoa Keluarga Mandau (Mustika Mandau) pada acara Marhaban Ya Ramadhan di Masjid Ijtihad Kelurahan Duri Barat.
Duri (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Ahad (17/7) kemarin, secara resmi mengukuhkan pengurus Muslim Tionghoa Keluarga Mandau (Mustika Mandau) pada acara Marhaban Ya Ramadhan di Masjid Ijtihad Kelurahan Duri Barat. Acara yang ditaja oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau tersebut dihadiri anggota DPRD Bengkalis Dr H Fidael Fudi Dt Majo Basa, Ketua DDII Bengkalis Dr Kasmuri Selamat MA, Camat Mandau diwakili Kasi PMD Toharuddin SH, Kepala KUA Mandau Carles M Ag, Lurah Duri Barat Suyatno SH, pengurus FKM3 Mandau- Pinggir, pengurus IKADI Bengkalis, tokoh agama, tokoh masyarakat serta jamaah Masjid Ijtihad Mandau. Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, dalam sambutan dan cerama agamanya mengungkapkan, Islam bukanla Agama yang asing bagi masyarakat Tionghoa, terutama bagi para leluhurnya di Tanah Tiongkok. Bahkan sebelum Islam masuk dan berkembang di Indonesia, Islam telah terlebih dulu masuk ke Tiongkok dibawa langsung oleh sahabat Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, berdasarkan catatan sejarah sejak zaman dulu telah terjadi interaksi antara budaya Melayu Riau dan budaya Tionghoa dalam masyarakat. Keunggulan dan karakter budaya masing-masing telah memainkan peranan penting dengan segala dampak dan eksesnya dalam interaksi dua budaya itu. "Bukan hanya dalam sejarah Melayu Riau, di Indonesia Muslim Tionghoa mendahului para muslim asli Indonesia. Meski kedatangan etnis Tionghoa Muslim tidak untuk berdakwah, namun keberadaan mereka punya dampak dalam perkembangan dakwah. Salah satunya karena proses asimilasi, perkawinan dengan penduduk setempat yang kemudian menjadi Muslim," ungkapnya sedikit mengulas sejarah Muslim Tionghoa di Indonesia. Sementara itu, Kepala KUA Mandau Carles M Ag mengungkapkan, acara Marhaban Ya Ramadhan yang digelar berbarengan dengan kegiatan Pelatihan Tauhid dan Fiqih Islam yang iikuti sekitar 35 KK warga Muslim Tionghoa anggota Mutara Mandau dalam rangka memperdalam ilmu keagamaan masyarakat muslim Tionghoa Mandau dengan instruktur dari Dewan Dakwah Islam Indonesia (DII). "Ini upaya untuk meningkatkan pengetahuan agama Muslim Tionghoa, karena kondisi mereka sedikit memprihatinkan dengan masih lemahnya pembinaan terhadap para mualaf tersebut," terangnya. (msd/mg1)