0 menit baca 0 %

Kakanwil: Optimalkan Perjalanan Dinas

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kakanwil Kemenag. Prov. Riau Drs. H. Asyari Nur, SH, MM menegaskan agar setiap perjalanan dinas dapat dilaksanakan dengan optimal tanpa mengurangi esensi dan target pekerjaan yang ingin dicapai. Hal itu ditegaskan Kakanwil selaku inspektur dalam upacara mingguan yang diikuti oleh...
Pekanbaru (Humas)- Kakanwil Kemenag. Prov. Riau Drs. H. Asyari Nur, SH, MM menegaskan agar setiap perjalanan dinas dapat dilaksanakan dengan optimal tanpa mengurangi esensi dan target pekerjaan yang ingin dicapai. Hal itu ditegaskan Kakanwil selaku inspektur dalam upacara mingguan yang diikuti oleh pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Senin pagi (4/6). “Ada beberapa pekerjaan yang dapat dilaksanakan cukup dalam satu kali perjalanan dinas tanpa mengurangi target hasil yang akan dicapai. Selama ini yang terjadi adalah perjalanan tersebut berulang kali dilakukan karena target data yang dicari berbeda. Padahal ia bisa dilakuakan cukup dengan satu kali perjalanan saja. Dengan cara ini (satu perjalanan untuk beberapa kegiatan) akan banyak menghemat biaya perjalanan sehingga terjadi efisiensi biaya dan efektifitas pekerjaan. Misalnya dalam pendataan keluarga sakinah bisa juga dilakukan di situ pendataan berkaitan dengan kegiatan KUA-KUA, peristiwa perkawinan dan sebagainya. Begitu juga contoh lain seperti pendataan BOS, bisa disambilkan pengambilan data sekolah, guru, murid, dan lain-lain” paparnya. Berkaitan dengan pendataan ini Asyari mengingatkan pentingnya pengkhususan tempat dan unit pengolahan data sehingga akan mempermudah akses dan pengkoordinasian kerja apabila membutuhkan data. “Nanti, dengan satu unit khusus pengolahan data dan informasi, keselamatan dan kebaruan data akan tetap terjamin. Sebab ruang data itu dirancang sedemikin rupa sehingga data aman dari gangguan dan bencana seperti kebakaran, kecurian, perusakan, dan sebagainya. Sistem update dan back-up data terjadi secara rutin setiap saat. Masuk dan keluarnya data dari satker-satker sudah lebih cepat dan mudah dengan mengandalkan teknik digital dan penggunaan email, website, dan lain sebagainya”, tambahnya. “Selama ini karena penempatan data sangat tidak terkoordinir dan kadang-kadang terletak acak di sembarang tempat akibatnya sulit mendapatkannya tatkala membutuhkannya. Dan apabila terjadi kerusakan dan kehilangan tidak terantisipasi karena belum ada sistem back-up dan perlindungan data. Oleh sebab itulah maka inovasi dan terobosan dalam pengamanan data ini akan kita upayakan di masa mendatang dalam rangka menciptakan prestasi kerja optimal”, ungkapnya. (as)