0 menit baca 0 %

Kakanwil : Pegawai Kemenag Harus Bisa jadi “Motor Penggerak” Bidang Keagamaan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas) – Pada Acara Tausiyah Menyambut Bulan Ramadhan 1434 H (08/07) yang diselenggarakan di Aula Kanwil Kemenag Riau dan dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Riau. Pada Kesempatan ini , Plh. Kakanwil Kemenag Riau, Drs.
Pekanbaru (Humas) – Pada Acara Tausiyah Menyambut Bulan Ramadhan 1434 H (08/07) yang diselenggarakan di Aula Kanwil Kemenag Riau dan dihadiri oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Riau. Pada Kesempatan ini , Plh. Kakanwil Kemenag Riau, Drs. H. Mahyudin, MA memberikan sambutannya sebagai pencerahan dalam menyambut Bulan Ramadhan 1434 H. Kakanwil menyinggung masalah perbedaan jatuhnya 1 Ramadhan 1434 H yang terjadi pada saat ini. Sebagian umat Muslim ada yang memulai puasa pada tanggal 9 Juli 2013 dan sebagian yang lain memulai puasa pada tanggal 10 Juli 2013 sesuai dengan ketetapan pemerintah. “Perbedaan ini terjadi dikarenakan perbedaan cara penghitungan hisab dan hisab rukyat dari berbagai pemahaman, dan penetapannya akan ditentukan pada sidang itsbat yang akan diselenggarakan nanti malam selepas Magrib, kita juga harus menghormati bagi mereka yang menjalankan puasa terlebih dahulu. Kita sebagai pegawai Kemenag harus bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai perbedaan ini agar masyarakat mengerti dan tidak menimbulkan konflik”, penjelasan Mahyudin. Pada Bulan Ramadhan 1434 H ini sebaiknya dijadikan ladang amalan bagi kita semua khususnya pegawai Kemenag Riau. Kakanwil menegaskan bahwa pegawai Kemenag diharapkan bisa menjadi motor penggerak pada setiap kegiatan keagamaan ditengah-tengah masyarakat, sehingga mulai saat ini pegawai Kemenag harus menyiapkan diri dalam memasuki Bulan Ramadhan 1434 H. Pada acara ini juga sebaiknya kita jadikan sarana untuk saling maaf memaafkan sebelum memasuki Bulan Ramadhan 1434 H dan ibadah puasa pun dapat dilaksanakan dengan hati yang bersih. (novam)