0 menit baca 0 %

Kakanwil Pimpin Tawajjuh Jama’ah Thariqat di Pasir Pengaraian

Ringkasan: Pasir Pengaraian (Humas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur SH MM yang juga pimpinan kepala perwakilan Thariqat Naqsabandiyah Jama`ah Syekh Tajuddin Basilam Langkat di Provinsi Riau yang memiliki jama`ah tak kurang dari 375 ribuan, berkesempatan memimpin tawajjuh di Surau Suluk Syakh Ibrahim...
Pasir Pengaraian (Humas)- Kakanwil Kemenag Riau Drs. H. Asyari Nur SH MM yang juga pimpinan kepala perwakilan Thariqat Naqsabandiyah Jama`ah Syekh Tajuddin Basilam Langkat di Provinsi Riau yang memiliki jama`ah tak kurang dari 375 ribuan, berkesempatan memimpin tawajjuh di Surau Suluk Syakh Ibrahim Pasir Pengaraian, Kamis Malam (7/10). Acara yang dihadiri tak kurang dari 700-an jama`ah baik pria dan wanita itu, juga dihadiri oleh Bupati Rokan Hulu Drs. Achmad M.Si selaku anggota thariqat dan pembina surau suluk. Kakanwil sendiri adalah seorang mursyid yang mewarisi rumah khalwat peninggalan ayahnya dengan jumlah jama`ah yang cukup besar. Di hadapan jama`ah beliau menerangkan pentingnya peran thariqat dalam penerapan dan pangamalan agama. "Sebagai contoh adalah peristiwa sejarah dalam peperangan melawan penjajah. Peranan agama Islam khususnya hikmah thariqat ini sangat besar dalam memerangi dan membentengi wilayah negara kesatuan Republik Indonesia dari serangan tentara penjajah. Pihak sekutu tidak mampu menerobos wilayah dan mengalahkan rakyat tempatan karena pangaruh bacaan dan zikir-zikir yang mereka lakukan. Itulah salah satu manfaat yang langsung dapat dirasakan," jelas Asyari. "Justru karena itu, pada masa kini praktek thariqat dan suluk secara benar merupakan benteng kokoh dalam memagari diri, keluarga, masyarakat, bahkan negara dari segala ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun pihak luar. Inti ajaran thariqat yang dipraktekkan melalui kegiatan suluk hendaknya benar-benar dipahami, dihayati, dan diamalkan secara benar. Karena itu dalam melaksanakannya seseorang perlu mengambil kaji secara resmi dan mendapat bimbingan dari para kalifah atau mursyid. Sebab guru suluk inilah yang akan membimbing para murid agar tidak tersesat," paparnya. Lebih dari itu yang paling penting adalah bagaiman mengaplikasikan praktek dan bacaan-bacaan wirid itu ke dalam kehidupan nyata sehari-hari. "Seseorang yang mengamalkan ajaran thariqat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari akan senantiasa merasa dekat dan diawasi oleh Allah swt. Sehingga ia akan senantiasa waspada dan berhati-hati dalam setiap tindakannya agar tidak manyakiti orang lain, justru memberikan manfaat kepada sesama. Itulah sebenarnya hikmah terpenting dalam mengambil kaji thariqat atau suluk ini," ungkapnya di hadapan para jama`ah yang memadati surau suluk. Ceramah Kakanwil ini diakhiri dengan praktek langsung tawajjuh dan bacaan-bacaan zikir bersama para jama`ah selama lebih kurang setengah jam, dan diakhiri dengan santap malam bersama. (as).