Kakanwil Serahkan Bantuan Keagamaan Senilai Rp 47 Juta di Kampar Kiri
Ringkasan:
Sungai Rambai (Humas)- Dalam Kesempatan Safari Maulid Nabi SAW 1433 H, Kakanwil Kemenag Prov,. Riau Drs. H. Asyari Nur, SH, MM menyerahkan bantuan keagamaan bagi masyarakat Kecamatan Kampar Kiri, khususnya warga di Desa Sungai Rambai, Jum’at (10/2).
Sungai Rambai (Humas)- Dalam Kesempatan Safari Maulid Nabi SAW 1433 H, Kakanwil Kemenag Prov,. Riau Drs. H. Asyari Nur, SH, MM menyerahkan bantuan keagamaan bagi masyarakat Kecamatan Kampar Kiri, khususnya warga di Desa Sungai Rambai, Jum’at (10/2).
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kampar yang diwakili oleh Plh. Sekda Kab.Kampar Drs. H. Aswan, M.Si beserta Camat Kampar Kiri dan Camat Gunung Sailan, dengan jajaran Pemkab Kampar, Kakankemenag Kab. Kampar, pejabat-pejabat eselon III dan IV Kakanwil Kemenag Prov. Riau dan Kampar, para KUA, Kepala-kepala Madrasah dan Pondok Pesantren, Majelis Guru, Pemuka masyarakat, alim-ulama, dan masyarakat tempatan yang antusias mengikuti acara Safari Maulid.
Bantuan keagamaan yang diserahkan antara lain ditujukan kepada:
- MTs Sungai Sarik sebesar Rp 170 juta
- Masjid Al-Mukmin senilai Rp 100 juta
- PDTA Al-Mulkmin sebesar RP 5 Juta
- Ponper Syekh Burhadnuddin sebesar Rp 100 juta
- Fakir Miskin sebanyak 30 orang @ 10 kg.beras.
Pada kesempatan itu Kakanwil juga menyerahkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Kankemenag Kab. Kampar kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar Drs. H.Fairus,MA.
Dalam arahannya Kakanwil menekankan pentingnya melakukan silaturrahim dalam rangka membangkitkan kehidupan beragama di tengah masyarakat.
“Di antara wujud silaturrahim adalah dengan cara saling membantu, di mana yang kuat membantu yang lemah, yang kaya memberi yang miskin. Justru karena itu sebagai implementasi kepedulian pemerintah khususnya Kanwil Kemenag Prov. Riau adalah memberikan bantuan untuk kepentingan peningkatan sarana ibadah dan pendidikan. Silaturrahim dan saling membantu merupakan kewajiban atas setiap muslim yang perlu kita lestarikan dimana dan kapan sajaâ€, katanya.
Kakanwil juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan umat serta jangan mudah terpecah belah oleh hal-hal yang bersifat khilafiah. “Kita sebagai kaum muslimin yang hidup di tengah-tengah masyarakat plural harus bisa saling memahami dan menghormati perbedaan yang terjadi pada sesama umat muslim yang lain. Yang penting asalkan satu akidah, kita adalah bersaudara. Untuk itu pemahaman agama secara benar perlu senantiasa diupayakan dengan sebaik-baiknya. Islam tidak pernah salah, yang salah itu adalah pemahaman umat terhadap ajaran Islamâ€, jalasnya.