Siak (Kemenag)- Salah satu tantangan penyakit masyarakat saat ini adalah peredaran Narkotika Psikotropika dan Obat Obat Terlarang (Narkoba). Maraknya penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda dewasa ini semakin meningkat, hal ini dapat membahayakan keberlangsungan generasi dikemudian hari.
Atas dasar hal di atas Kelompok Kerja (Pokja) I Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kampung mandiangin mengadakan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba berkolaborasi Bhabimkamtibmas Kampung Mandiangin, Bripka Andriansyah Putra dan Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Minas, Masrizal memberikan sosialisasi bahaya narkoba pada siswa siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Minas Kampung Mandiangin pada Kamis (3/10/ 2024) lalu.
Dalam kesempatan ini Bripka Andriansyah Putra menguraikan bagaimana bahaya Narkoba baik dari segi Pidana, Kesehatan, masa depan dan keluarga. "Kejahatan Narkoba adalah kejahatan yang paling besar disebut extraordinary crime bisa lintas Kabupaten, Provinsi, bahkan Negara. Siswa siswi SMPN 02 Minas jangan mau di ajak pakai Narkoba karena, jika sudah terkena habis harta benda, menjual barang barang atau mencuri karena sudah candu tidak ada obat nya, pelaku pemakai Narkoba bisa dimasukkan penjara”, ungkap Bripka Andriansyah Putra setengah mengancam.
Sementara itu, dengan Bahasa agama yang sejuk, Masrizal dalam kesempatan ini menyampaikan sosialisasi atau penyuluhan dari sudut pandang Maqasid Syariah. “Dalam agama Islam kita diajarkan agar menjaga diri, harta, dan jiwa dalam kehidupan ini, menjaga akal (Hifzul Aqal) agar tidak mengkonsumsi Narkoba, menjaga harta (Hifzul Mal) menjaga agar tidak terjerumus ke Narkoba dan bermaksiat dengan hartanya, menjaga agama (Hifzul Dhien) menjaga diri dari larangan Allah SWT dan mentaati ketetapan Allah SWT”, ungkap Masrizal.
Beliau juga mengingatkan kepada siswa siswi SMPN 2 Minas agar menjaga pergaulan dan bijak memilih teman. “Teman- teman harus bijak dalam menjaga pergaulan dan berteman, jangan berteman dengan mereka yang menjerumuskan kita pada roko, narkoba dan minuman keras karena agama kita melarang keras”, tegas PAI yang memiliki hobi offroad ini.
Turut hadir dan memberikan dukungan Kerani Kampung Mandiangin, Afrizal. Afrizal berpesan agar peserta didik SMPN 2 Minas tidak terlibat dalam pemakaian penyalahgunaan Narkoba. Mewakili kepala sekolah Mery Elfinaf mengaku senang dengan penyuluhan ini semoga peserta didik SMPN 2 Minas dijauhkan dari bahaya narkoba. Terlihat seluruh siswa antusias mendengarkan rangkaian pemaparan yang disampaikan oleh pemateri. (Msh/Fz)