0 menit baca 0 %

Kampar Juara Umum MQK IV Tingkat Provinsi

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Kabupaten Kampar keluar sebagai juara umum pada Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau yang ditelar pada 5 - 8 April 2011 di Hotel Mona Jalan HR Subrantas Panam Pekanbaru. Pada event tersebut Kampar berhasil meraih 13 kejuaraan, disusul Kota Pekanbaru dengan 9 kej...
Pekanbaru (Humas)- Kabupaten Kampar keluar sebagai juara umum pada Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Tingkat Provinsi Riau yang ditelar pada 5 - 8 April 2011 di Hotel Mona Jalan HR Subrantas Panam Pekanbaru. Pada event tersebut Kampar berhasil meraih 13 kejuaraan, disusul Kota Pekanbaru dengan 9 kejuaraan dan Indragiri Hilir dengan 8 kejuaraan. Kasi Pengembangan Santri Bidang Pekapontren Kanwil Kemenag Riau, Herra Firmansyah S Ag, Kamis (28/4) di ruang kerjanya mengatakan, terhadap pemenang MQK khususnya untuk kejuaraan pertama akan diberikan training centre (TC) sebelum keberangkatan peserta MKQN ke Pacor Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Juli 2011 mendatang. Menurutnya, MQK IV tingkat Provinsi Riau merupakan persiapan dalam rangka menghadapi MQK Nasional IV di NTB yang rencananya akan digelar pada Juli 2011. Dimana pada MQK tersebut akan memperlombakan sebanyak 8 bidang ilmu dengan 28 cabang untuk Marhalah Ula (usia maksimal 14 tahun), Marhala Wustha (usia maksimal 17 tahun), Marhala Ulya (usia maksimal 20 tahun) dan Marhalah Aliy (usia maksimal 23 tahun). Seperti yang diungkapkan Kabid Pekapontren Kanwil Kemenag Riau, Drs H Abdul Muis beberapa waktu lalu, Pondok Pesantren (PP) merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang berfungsi sebagai pusat pendalaman ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) dalam upaya mendidik dan mempersiapkan kader- kader ulama dan mubaligh, ustadz yang sangat diperlukan masyarakat. "Satu hal yang menjadi ciri khas pondok pesantren adalah penyelenggaraan program kajian ilmu-ilmu agama Islam bersumber pada kitab-kitab berbahasa arab seperti kitab kuning. Dalam rangka meningkatkan kembali perhatian dan kecintaan para santri untuk terus mempelajari kitab kuning sebagai sumber utama kajian ilmu-ilmu agama Islam, maka perlu di selenggarakan perlombaan membaca, menterjemahkan dan memahami kitab-kitab kuning bagi para santri pondok pesantren," ungkapnya. Selain untuk mendorong meningkatkan kecintaan para santri kepada kitab- kitab rujukan yang berbahasa Arab atau kitab kuning, kegiatan tersebut diharapkan dapat serta meningkatkan minat santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam dari sumber kitab- kitab berbahsa Arab. Menjalin silaturrahmi antar pondok pesantren dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Meningkatkan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mencetak kader ulama dan tokoh masyarakat di masa depan serta diperolehnya terseleksinya peserta MQK Tingkat Propinsi Riau sebagai utusan ke MQK tingkat Nasional tahun 2011. (msd)