Rokan Hilir (Kemenag) - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menggelar Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan bagi Penyuluh Agama Islam (PAI), Selasa (7/10/25).
Kegiatan berlangsung di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) dengan melibatkan sebanyak 30 peserta yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) PAI dari berbagai kecamatan di wilayah Rokan Hilir. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor, H. Khairul.
Dalam sambutannya, H. Khairul menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan sarana peningkatan kapasitas, kompetensi, dan profesionalitas para PAI dalam menjalankan tugas pembinaan umat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam, H. Tarmizi, dalam arahannya menyampaikan bahwa saat ini perkembangan teknologi dan arus informasi digital telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, sebagian besar penduduk Indonesia sudah memanfaatkan internet dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
"Bisa dikatakan, hanya bayi yang baru lahir saja yang belum menggunakan internet. Ini menunjukkan bahwa dunia digital telah menjadi konsumsi publik yang sangat luas," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut H. Tarmizi, para PAI dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk dalam hal memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan edukasi keagamaan. Penyuluh diharapkan tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan secara konvensional, tetapi juga kreatif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam berupa konten melalui berbagai platform digital yang digemari masyarakat.
Ia juga menambahkan harapannya agar seluruh peserta kegiatan dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini. "Jangan berhenti sampai di sini. Aplikasikan ilmu yang telah diperoleh di lapangan, dan sebarkan kembali kepada rekan-rekan PAI lainnya agar manfaat kegiatan ini bisa dirasakan lebih luas," pungkasnya.
Adapun materi pada kegiatan ini terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Zurryatul Khairi selaku narasumber dengan topik "Jurnalistik Dasar dan Tata Cara Menulis Berita bagi Penyuluh Agama Islam".
Dalam pemaparannya, Zurryatul Khairi menjelaskan bahwa kemampuan menulis berita merupakan keterampilan penting bagi Penyuluh Agama dalam mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan keagamaan di masyarakat. Materinya mencangkup : Pemahaman dasar Jurnalistik, struktur penulisan berita, kerangka berita, teknik pengumpulan data termasuk tips menulis berita.
Sementara itu, pada sesi kedua, materi disampaikan secara mendalam oleh Ihksanul Mufqi selaku narasumber dengan topik “Teknik Pembuatan Konten Menarik.”
Dalam pemaparannya, Ihksanul Mufqi menjelaskan berbagai strategi dalam menciptakan konten yang informatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan dakwah Penyuluh Agama Islam (PAI). Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, kemampuan PAI dalam memproduksi konten yang menarik merupakan bagian penting dari efektivitas penyampaian pesan dakwah kepada masyarakat luas.
Lebih lanjut, Ihksanul menguraikan beberapa aspek penting dalam pembuatan konten, di antaranya: memahami target audiens, menentukan pesan inti yang ingin disampaikan, memilih platform yang tepat, serta memanfaatkan teknik visual dan narasi yang mampu menggugah perhatian. Ia juga memberikan contoh praktis pembuatan konten sederhana menggunakan media sosial, seperti video pendek, infografis, dan tulisan inspiratif keagamaan.
Kegiatan berjalan tertib dan lancar, suasana keakraban dan kebersamaan tampak terjalin hangat antar sesama ASN, terutama bagi PAI, Sesi tanya jawabpun mewarnai jalannya kegiatan, peserta antusias mengajukan pertanyaan kepada narasumber untuk memperdalam materi yang disampaikan. (Humas)