Tembilahan (Kemenag) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar upacara penghormatan bendera merah putih pada Senin (4/8/2025). Upacara yang dilaksanakan di halaman kantor Kemenag Inhil ini terlihat berbeda dari biasanya, karena seluruh peserta mengenakan pakaian adat Melayu lengkap.
Kepala Kantor Kemenag Inhil, H. Harun, bertindak sebagai pembina apel. Upacara ini diikuti oleh para Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemenag Inhil, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu, serta para Penyuluh Agama di wilayah yang sama.
Keunikan upacara ini terletak pada pakaian yang dikenakan peserta. Para pegawai laki-laki tampil gagah dengan tanjak dan kain songket, sementara pegawai perempuan mengenakan baju kurung Melayu. Penggunaan pakaian adat ini merupakan bagian dari partisipasi Kemenag Inhil dalam menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-90 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025.
Menurut H. Harun, penggunaan pakaian adat Melayu ini akan berlangsung selama sepekan, dari tanggal 4 hingga 9 Agustus 2025. Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap budaya Melayu, sekaligus untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.
"Penggunaan pakaian Melayu ini adalah wujud dari kecintaan kita pada budaya lokal. Sekaligus, momentum ini juga kita manfaatkan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan kebanggaan kita sebagai bagian dari Provinsi Riau," ujar H. Harun dalam wawancaranya.
Dengan kegiatan ini, Kemenag Inhil berharap dapat memberikan contoh kepada masyarakat tentang pentingnya melestarikan budaya dan tradisi, seiring dengan semangat perayaan hari kemerdekaan. (Ria)