0 menit baca 0 %

Kantor Urusan Agama Kuantan Mudik Tetap Berikan Layanan Prima di Tengah Meriahnya Festival Pacu Jalur 2025

Ringkasan: Kemenag (Kuansing) Ditengah gegap gempita perhelatan akbar Festival Pacu Jalur 2025 yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik tetap konsisten menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.Terl...

Kemenag (Kuansing)– Ditengah gegap gempita perhelatan akbar Festival Pacu Jalur 2025 yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik tetap konsisten menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Terlihat aktivitas pelayanan berlangsung seperti biasa di ruang layanan KUA Kecamatan Kuantan Mudik. Masyarakat tetap datang untuk mengurus administrasi keagamaan, termasuk layanan pencatatan nikah, konsultasi keagamaan, serta pelayanan lainnya. (21/8/25)

Kepala KUA Kuantan Mudik menyampaikan bahwa semarak Pacu Jalur tidak mengurangi semangat para pegawai dalam memberikan pelayanan terbaik. “Kami tetap berkomitmen memberikan layanan maksimal kepada masyarakat. Festival Pacu Jalur boleh meriah, tapi pelayanan umat tidak boleh terhenti,” ungkapnya.

Kehadiran KUA di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik di bidang keagamaan selalu diutamakan, kapan pun dan dalam suasana apa pun.

Selain itu, hadirnya masyarakat yang tetap mendatangi kantor KUA di sela-sela festival menjadi tanda bahwa kesadaran administrasi keagamaan semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan visi Kemenag untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses, cepat, dan transparan bagi seluruh umat.

KUA Kuantan Mudik juga menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan terus ditingkatkan melalui inovasi berbasis digital dan pendekatan humanis. Dengan demikian, KUA tidak hanya menjadi tempat administrasi, tetapi juga pusat pembinaan keagamaan dan penguatan keluarga sakinah di tengah masyarakat. (21/8/25)

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan umat adalah ibadah, sehingga semangat pengabdian pegawai KUA tidak boleh surut, bahkan di tengah hiruk-pikuk tradisi dan budaya daerah yang sedang berlangsung. (AS)