Riau (Kemenag) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Muliardi, kembali menggelar rapat koordinasi bersama tokoh lintas agama se-Provinsi Riau, Selasa (2/9/2025). Pertemuan yang berlangsung secara daring ini menjadi wadah bersama untuk memperkuat ikhtiar kedamaian dan kerukunan umat beragama di Bumi Lancang Kuning.
Rapat dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau, H. Rahmat Suhadi, dan diikuti oleh tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten/kota se-Riau. Dipandu Ketua Tim Ortala, H. Gana Radguna, rapat ini menekankan urgensi kerukunan umat beragama, terutama di tengah situasi yang rentan dipengaruhi isu-isu provokatif.
Dalam arahannya, H. Muliardi menegaskan bahwa tokoh agama memiliki peran penting sebagai penyejuk, penuntun, dan penjaga harmoni di tengah masyarakat. Ia mengingatkan, sinergi antara pemerintah dan tokoh agama menjadi kunci untuk menjaga kedamaian dan mencegah potensi perpecahan.
“Tokoh agama harus hadir sebagai pelopor kedamaian. Mereka harus memastikan umatnya tidak terprovokasi oleh konten hoaks atau isu-isu menyesatkan, terutama yang bernuansa SARA atau berbau agama. Justru sebaliknya, tokoh agama diharapkan menjadi penyalur pesan keteduhan dan persatuan,” ujar Muliardi.
Muliardi juga menyampaikan, Provinsi Riau patut bersyukur karena berada di peringkat kedua nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2024. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerukunan di Riau relatif terjaga dengan baik. Namun, ia mengingatkan bahwa prestasi tersebut bukan alasan untuk lengah, melainkan tantangan agar seluruh elemen terus merawat dan meningkatkan keharmonisan.
“Kerukunan ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita rawat, jaga, dan perkuat agar Riau tetap menjadi teladan kerukunan umat beragama di Indonesia,” pungkasnya..