0 menit baca 0 %

Kanwil Kemenag Riau Peringati Maulid Nabi 1447 H, Perkuat Cinta Rasul dan Integritas ASN

Ringkasan: Riau (Kemenag) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Senin (15/9/2025) di Aula Kanwil Kemenag Riau.Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kakanwil Kemenag Riau, H. Muliardi, Kabag TU H.
Riau (Kemenag) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Senin (15/9/2025) di Aula Kanwil Kemenag Riau.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kakanwil Kemenag Riau, H. Muliardi, Kabag TU H. Rahmat Suhadi, Kabid Penaiszawa H. Mas Jekki Amri selaku penyelenggara, para Kabid, Pembimas, seluruh ASN di lingkungan Kanwil, serta KKMT, panitia, dan para pemenang Festival Shalawat Tahun 2025. 

Kehadiran berbagai unsur tersebut menambah semarak dan kebersamaan, sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya milik satu bagian, melainkan momentum yang dirayakan secara kolektif oleh keluarga besar Kemenag Riau.

Kakanwil Kemenag Riau, H. Muliardi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid bukan hanya seremonial, melainkan momentum memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlaknya. 

“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah sekaligus menanamkan nilai keteladanan beliau dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat Maulid, saya berharap ASN Kemenag Riau semakin berintegritas, disiplin, dan profesional dalam bekerja,” ungkapnya.

Laporan panitia penyelenggara yang disampaikan H. Firdaus menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Maulid Nabi 1447 H di Kanwil Kemenag Riau diawali dengan Zikir Kebangsaan yang melibatkan 3.000 peserta, dilanjutkan dengan Festival Shalawat yang diikuti berbagai elemen masyarakat, dan ditutup dengan puncak peringatan Maulid di aula Kanwil. 

“Peringatan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para pemenang Festival Shalawat Tahun 2025 yang telah berkontribusi menghidupkan syiar Islam melalui seni dan budaya,” ucapnya.

Acara semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan Ustadz H. Marhalim, S.Ag. Ia menekankan pentingnya menjadikan cinta kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bekal utama dalam kehidupan. 

“Semua orang punya cita-cita, ada yang sudah tercapai dan ada yang belum. Jika belum, teruslah berusaha, dan jika sudah tercapai, bersyukurlah serta jadikan itu bekal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi, hingga cita-cita terbesar: masuk surga bersama Rasulullah SAW,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Marhalim menjabarkan dua hal utama yang harus dilakukan umat Islam: Pertama, mencintai Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi bukan sekadar ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal itu dapat diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari, serta membela ajaran Islam dengan cara yang damai dan penuh hikmah. 

“Kalau kita benar-benar cinta Rasul, maka kita akan mencontoh kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang beliau kepada sesama,” tegasnya.

Ketuda, taat kepada Allah dan Rasul. Ketaatan diwujudkan dengan menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta memegang teguh sunnah Nabi. Ia menekankan bahwa ketaatan bukan hanya dalam ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa, tetapi juga dalam bekerja, bermasyarakat, dan menjaga amanah. 

“ASN Kemenag harus menunjukkan taat kepada Allah dan Rasul dengan cara bekerja profesional, melayani masyarakat dengan ikhlas, dan tidak menyalahgunakan jabatan,” pesannya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh ASN dan jamaah yang hadir agar senantiasa menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam bekerja, beribadah, maupun bermasyarakat.

Peringatan Maulid Nabi ditutup dengan pemberian apresiasi bagi para pemenang Festival Shalawat Tahun 2025 yang telah berkontribusi menghidupkan syiar Islam melalui seni dan budaya. Dengan demikian, rangkaian kegiatan yang digelar bukan hanya sebatas seremoni, melainkan upaya nyata memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW serta menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan. (*)