0 menit baca 0 %

Karo Kesra Pemprov Riau: Peta Regionalisasi Agama yang Terbentuk, Ciptakan Kerukunan Beragama di Riau

Ringkasan: Riau (humas)- Kepala Biro Kesra, Dzulkifli Syukur yang baru dilantik 3 bulan yang lalu turut menjadi narasumber dalam acara Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen di Hotel the Zuri Pekanbaru, Kamis (15/10/2020). Pria asal kampar yang telah menyelesaikan pendidikan S2 di UIN 2005 dan di UIR 2015 itu me...

Riau (humas)- Kepala Biro Kesra, Dzulkifli Syukur yang baru dilantik 3 bulan yang lalu turut menjadi narasumber dalam acara Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen di Hotel the Zuri Pekanbaru, Kamis (15/10/2020). Pria asal kampar yang telah menyelesaikan pendidikan S2 di UIN 2005 dan di UIR 2015 itu menggambarkan secara geografis.

“Kondisi geografis Riau sangat strategis sebagai salah satu jalur perdagangan internasional dan selat malaka sebagai salah satu tujuan utama negara-negara lain dalam melakukan kerjasama di berbagai bidang, maka di kawasan asia tenggara itu sangat besar dampaknya bagi  pertumbuhan  di Riau” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa di provinsi Riau Ada 12 kab/kota, 142 pulau, 166 kecamatan, 1591 desa dan 268 kelurahan. Inilah wilayah untuk menetralisir intern umat beragama di semua suku.

“Visi dan misi Gubernur kita terbentuknya Riau yang berdaya saing, serta bermartabat atau disingjat Riau Bersatu” ucapnya.

Menurutnya peran strategis pemerintah, kemenag, KUB dan pihak terkait dalam kerukunan umat beragama. Karena di Indonesia  Memiliki keanekaragaman  SARA.  Meskipun demikian ia menilai masyarakat Riau hidup berdampingan dan harmonis dalam keragaman. 

“Kemajemukan SARA itu perlu dikelola dengan baik sebagai syarat pembangunan negeri. Baik pemerintah, purkopinda juga unsur-unsur lainnya. misalnya, kemenag, FKUB, Tokoh agama, tokoh adat, dll” terangnya.

Dalam materinya, ia mengatakan Pemerintah Daerah dalam menjaga kerukunan beragama sudah memetakan konflik agama. Dari Pemetaaan permasalahan, mencari akar permaslahan, pemecahan permasalahan, monitoring dan evaluasi agar kerukunan selalu berjalan dengan baik

Ia menyampaikan bahwa sejak dahulu telah terbentuk peta regionalisasi agama sekaligus sebagai tradisi yang memutuskan etnis dengan agama tertentu.

“Pernyataan umat beragama masih terpola pada perbandingan mayoritas dan minoritas, ini perlu duduk bersama memikirkan solusinya”, tandasnya.

Meskipun demikian, Intinya masalah kerukunan beragama menurutnya selama ini relatif akur.(vera)