0 menit baca 0 %

Karom dan Karu Berperan Wujudkan Haji Mabrur

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan Haji Mabrur bagi setiap Jamaah Haji (JH) yang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawwa...
ROKAN HULU (KEMENAG) Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) memiliki peran penting dan strategis dalam mewujudkan Haji Mabrur bagi setiap Jamaah Haji (JH) yang melaksanakan ibadah haji di tanah suci Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawwaroh. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika memberikan pengarahan kepada Karom dan Karu JCH Rohul, bertempat di aula kantor Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas kompleks perkantoran pemerintah, Pasir Pengaraian, Senin (9/9/2013). Dikatakannya, setiap 11 orang JCH maka diangkat 1 orang ketua regunya, sebagai kelompok terkecil, dimana seorang Karu bertanggungjawab atas 10 orang anggotanya. Dalam setiap 4 regu dengan jumlah 44 orang, maka diangkat pula seorang sebagai Karomnya, artinya seorang bertanggungjawab atas 44 orang pula. Menurut Ahmad Supardi, JCH Rohul yang berjumlah 210 orang, terdiri dari 5 orang Karom dan 19 orang Karu. Karom dan Karu ini bertugas dan bertanggungjawab atas masing-masing anggotanya, baik secara fisik dalam arti kehadirannya, maupun secara ibadah dalam arti pelaksanaan ibadah masing-masing JCH. Tanggungjawab secara fisik dimaksudkan untuk memastikan kehadiran dan keberadaan masing-masing JCH, sehingga tidak ada JCH yang tertinggal, terlantar, dan bahkan hilang. Sedangkan tanggungjawab secara ibadah adalah untuk memastikan bahwa masing-masing JCH telah menunaikan ibadah haji sesuai dengan syarat dan rukunnya, tegas Ahmad Supardi. Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, bahwa atas dasar pertimbangan tersebut di atas, maka tugas sebagai seorang Karom dan Karu adalah tugas mulia, sebab dapat melaksanakan tugas ganda. Pertama menunaikan ibadah haji bagi dirinya sendiri dan kedua membantu orang lain untuk dapat menunaikan ibadah haji. Karom dan Karu ini adalah termasuk sebaik-baik manusia, sebab Nabi Muhammad SAW bersabda : Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Untuk itu, JCH Rohul jangan hanya berfikir bagaimana beribadah bagi dirinya sendiri, tanpa memperhatikan orang lain, papar Ahmad. Ahmad Supardi menandaskan, yang paling bagus adalah masing-masing JCH dapat menunaikan ibadah haji bagi dirinya sendiri, sekaligus dapat membantu orang lain untuk dapat menunaikan ibadah haji. Disini terdapat ibadah ganda, yaitu ibadah bagi dirinya sendiri dan ibadah karena membantu orang lain.***(Ash)