Kampar ( Kemenag )-- Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar yang diwakili Kasi Bimas Islam Maswir menghadiri sekaligus memimpin pembacaan doa dalam acara Diseminasi Audit Kasus Stunting dan Sosialisasi serta Monitoring Pengukuran Intervensi Serentak untuk Pencegahan Stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kampar Kamis, 20/6/2024
Acara yang dibuka Penjabat Bupati Kampar yang diwakili Penjabat Setda Kampar Ahmad Yuzar dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Kampar.
"Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah masa depan bangsa. Dengan adanya diseminasi audit kasus stunting ini, kita dapat mengidentifikasi penyebab dan mencari solusi yang tepat untuk masalah stunting agar tecapainya indonesia emas tahun 2045 " ujarnya.
Acara diseminasi audit kasus stunting ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memahami lebih dalam kasus-kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Kampar. Dengan analisis yang mendalam, diharapkan akan muncul rekomendasi strategis untuk penanganan yang lebih efektif.
Ahmad Yuzar juga mengatakan kasus stunting di Kampar turun dari 14,5 menjadi 7,6 persen.
"Ini merupakan bentuk hasil kolaborasi antar semua pihak. Sinergi dan koordinasi antar sektor sangat penting dalam upaya kita mencegah dan menanggulangi penuruna stunting di Kabupaten Kampar." Ujar Pj Setda
Pj Setda Kampar berharap hasil dari diseminasi audit dan sosialisasi ini dapat segera diimplementasikan dalam program-program nyata yang berdampak langsung pada penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar.
kehadiran Fariza ketua TPPS Provinsi Riau yang diwakili
DP3KBP2A Provinsi Riau selaku sekretaris TPPS Provinsi Riau menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral dalam menangani
stunting.memberikan motivasi tambahan dalam upaya penanggulangan srunting di
Kabupaten Kampar
Rapat tim percepatan penurunan srunting ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kampar untuk meningkatkan koordinasi dan strategi bersama dalam menangani permasalahan tersebut. Dengan doa yang dipimpin oleh Maswir dan dukungan penuh dari ketua TPPS diharapkan upaya penurunan angka srunting di wilayah ini dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Kami berharap dengan adanya diseminasi hasil audit kasus stunting ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya di lapangan, sehingga intervensi yang dilakukan bisa lebih tepat sasaran dan efektif," ujarnya.
Fariza berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi contoh bagi kabupaten lainnya di Riau dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
"Dengan kerjasama yang baik dan komitmen yang kuat dari semua pihak, kami optimis angka stunting di Riau dapat menurun secara signifikan, dengan kerja keras dan komitmen bersama, kita yakin bisa mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan Tim Pakar penurunan stunting dengan peserta.
Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kab. Kampar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar yang diwakili Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, berbagai pemangku kepentingan dari sektor kesehatan, Camat se-Kabupaten
Kampar. ( Fatmi/Cicy/Ags )