Kuansing (Kemenag) - Kepala Seksi Bimbingan masyarakat Islam Kantor Kemenag Kuantan Singingi, H. Armadis sebagai narasumber pada kegiatan bimbingan manasik Haji Rayon 1 tentang praktek manasik Haji dan kemudahan bagi lansia. Di Aula Kemenag, Senin 21 April 2025.
Sebagai moderator adalah H. Jefri Eriadi selaku ketua pelaksana kegiatan bimbingan manasik Haji Rayon 1 ini, karena beliau menggantikan Moderator aslinya yang berhalangan hadir, yaitu Marwis Kepala KUA Pucuk Rantau.
Peserta kegiatan bimbingan manasik haji ini berjumlah 84 orang yang tersebar di lima Kecamatan di Kab. Kuansing yaitu Kec. Kuantan Tengah, Sentajo Raya, gunung Toar, Kuantan Mudik dan Pucuk Rantau.
Alhamdulillah. Sudah hari keempat tingkat Rayon dan hari kelima tingkat Kabupaten, peserta jama'ah calon haji masih tetap antusias dan semangat dalam melaksanakan kegiatan bimbingan manasik Haji ini.
Materi yang disampaikan Armadis, sekitar Rukun Haji. Yang mana dimulai dari tata cara pelaksanaan miqat, yaitu tempat yang ditetapkan sebagai batas awal bagi jamaah haji untuk memulai ihram dan memasuki wilayah haram. Armadis juga menyampaikan tata cara pelaksanaan ihram yaitu , dimana jamaah haji memakai pakaian ihram yang merupakan simbol kesederhanaan.
beliau menyampaikan tata cara wukuf dan pelaksanaan mabit. " Wukuf saat jamaah haji berdiri di Padang Arafah untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Sedangkan mabit adalah tinggal semalam di Muzdalifah setelah melakukan wukuf di Arafah," terang Armadis.
Setelah itu beliau menjelaskan tentang thawaf. "Thawaf yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali sambil mengucapkan kalimat-kalimat Talbiyah. Kemudian dilanjut dengan Sa'i berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwa, diakhiri dengan tahalul mencukur rambut, bagi laki-laki disunat kan untuk botak sedangkan bagi perempuan dipotong rambut minimal tiga helai oleh mahramnya atau sesama perempuan," jelas Armadis.
Setelah itu dilanjutkan materi nya tentang melontar jumroh yang mana junta itu ada 3 buah, dimulai dengan jumlah ula, jumroh Wustha dan jumlah aqabah masing-masing minimal 7 Butir baru kecil. Jangan pakai batu besar.
" Jumroh yang tiga tersebut berbentuk batu patung, yang melambangkan syetan, praktek ini dilakukan sebagai simbol untuk menolak godaan dan menghindari dari perbuatan dosa," ungkap Armadis.
Dengan penyampaian materi ini, diharapkan jamaah haji khususnya jamaah Lansia, dapat memahami dan mengaplikasikan tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan benar dan mudah. Semoga dengan adanya pemahaman dengan baik, ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar dan menjadi haji yang Mabrur. Aamiin. Ungkap Armadis.
Sementara moderator, H.Jefri Eriadi sebagai Kepala KUA Kuantan Tengah, mengawali dengan kalimat talbiyah dan ditutup akhir sesi materi juga dengan kalimat Talbiyah. ( Pri KT )