0 menit baca 0 %

Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Siak Hadiri Kegiatan Ghatib Beghanyut

Ringkasan: Siak (Inmas) Jum at malam, (30/08/2024), Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Siak, Harman menghadiri kegiatan Ghatib Beghanyut yang dimulai dari halaman Masjid Syahabuddin Siak menuju Pelabuhan Lalu Lintas Sungai Danau dan Penyeberangan (LL...
Siak (Inmas) – Jum’at malam, (30/08/2024), Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Siak, Harman menghadiri kegiatan “Ghatib Beghanyut” yang dimulai dari halaman Masjid Syahabuddin Siak menuju Pelabuhan Lalu Lintas Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Siak.

Tradisi “Ghatib Beghanyut” yang dilaksanakan masyarakat Kabupaten Siak sekali setahun ini sudah ada sejak masa Kesultanan Siak Sri Indrapura. Ritual ini dilaksanakan sebagai upaya menolak bala agar negeri terhindar dari musibah.

Kegiatan religius yang dibuka oleh Bupati Siak itu dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda Siak, Pimpinan OPD, Pejabat Kankemenag Siak, Alim Ulama, Tokoh Adat dan Masyarakat baik dari Siak maupun maupun luar daerah. Pengurus LAMR Kabupaten Siak, Datuk WAN Said menjelaskan bahwa tradisi “Ghatib Beghanyut” dipercaya secara turun temurun oleh masyarakat sebagai ritual tolak bala.

“Dahulu ada dua cara yang dilakukan untuk melaksanakan doa tolak bala yakni Ghatib Bejalan dan Ghatib Beranyut, dengan menggunakan sampan berhanyut di Sungai Siak," ujarnya.

Tradisi “Ghatib Beghanyut” adalah melaksanakan zikir dan tahlil berjamaah di atas kapal dan sampan dengan berhanyut di Sungai Siak dan kegiatan ini sebelumnya juga dirangkaikan dengan kegiatan ziarah ke makam sultan-sultan yang ada di Kota Istana.

Disela-sela kegiatan menjelang dimulai "Ghatib Beghanyut", Harman selaku Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Siak menyampaikan bahwa tradisi "Ghatib Beghanyut" ini merupakan tradisi bernafaskan Islam yang bernilai tinggi. Hal ini membuktikan bahwa tradisi adat istiadat Melayu selalu berselaras dengan Islam dengan falsafahnya yang tetap dipegang teguh yaitu "Syara' Bersendi Kitabullah". (Hd)