0 menit baca 0 %

Kasi Bimas Islam Kemenag Kampar Supervisi dan Bina Pegawai KUA Gunung Sahilan

Ringkasan: Gunung Sahilan ( Kemenag )---Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.AP., melaksanakan kegiatan supervisi dan pembinaan kepada pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Sahilan pada Senin (12/9/2025).Kunjungan ini disambut la...

Gunung Sahilan ( Kemenag )---Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Zulfaimar, S.Ag., M.AP., melaksanakan kegiatan supervisi dan pembinaan kepada pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Sahilan pada Senin (12/9/2025).

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala KUA Gunung Sahilan, Sugeng Riyadi, didampingi  Penyuluh Agama dan staf yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan arahan dari Kasi Bimas Islam.

 “Kami merasa sangat terhormat atas kehadiran Kasi Bimas bersama tim di KUA Gunung Sahilan. Pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan masyarakat. Terima kasih atas bimbingan yang diberikan,” ujar Sugeng.

H. Zulfaimar hadir didampingi stafnya: Sri Indrayani, Yoga, dan Marlina. ASN Kemenag Harus Profesional dan Handal

Dalam arahannya, H. Zulfaimar mengangkat tema besar “Visi Kementerian Agama: Profesional dan Handal.” Ia menekankan bahwa ASN Kemenag harus hadir sebagai pelayan masyarakat yang bekerja dengan integritas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan tuntutan zaman.

Selain supervisi, Kasi Bimas Islam juga menyosialisasikan Program Asta Protas, delapan program prioritas strategis Kementerian Agama yang menjadi pedoman seluruh unit kerja, termasuk KUA.

Delapan Asta Protas tersebut antara lain:

1. Meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan - mendorong moderasi beragama, toleransi, dan perdamaian.

2. Penguatan ekoteologi – mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian lingkungan hidup.

3. Revitalisasi KUA sebagai pusat layanan keagamaan terdepan – peningkatan mutu layanan nikah, wakaf, dan bimbingan masyarakat.

4. Mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi – meningkatkan kualitas madrasah dan PTKIN melalui kurikulum terpadu.

5. Pemberdayaan pesantren – mendukung kemandirian ekonomi dan kualitas pendidikan pesantren, termasuk fasilitasi sertifikasi guru.

6. Pemberdayaan ekonomi umat – sinergi masjid, BAZNAS, dan lembaga zakat untuk penguatan ekonomi berbasis syariah.

7. Sukses Haji – perbaikan manajemen, pelayanan, transparansi, dan efisiensi penyelenggaraan haji.

8. Digitalisasi tata kelola – memperkuat sistem layanan berbasis digital yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Melalui supervisi dan pembinaan ini, H. Zulfaimar berharap para pegawai KUA Gunung Sahilan semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

“KUA adalah garda terdepan layanan keagamaan. Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dengan pelayanan yang berkualitas, modern, dan menyentuh kebutuhan umat,” pungkasnya.

Kontributor: Fatmi