0 menit baca 0 %

Kasi Bimas Islam Kemenag Pekanbaru Jadi Narasumber Pembinaan Basic Keislaman dan Moderasi Beragama di UIN Suska Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Suhardi, Hs., S.Ag., M.A., didaulat sebagai narasumber dalam kegiatan Pembinaan Basic Keislaman dan Moderasi Beragama bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam...
Pekanbaru (Kemenag) – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Suhardi, Hs., S.Ag., M.A., didaulat sebagai narasumber dalam kegiatan Pembinaan Basic Keislaman dan Moderasi Beragama bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau, Jumat (17/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Suska Riau dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Masduki, M.Ag., serta dihadiri oleh jajaran dosen dan civitas akademika FDK. Sebanyak 447 mahasiswa dari empat program studi turut berpartisipasi dalam pembinaan tersebut.

Dalam materinya, H. Suhardi menekankan pentingnya penguatan pemahaman dasar keislaman (Basic Keislaman) sebagai pondasi utama dalam membangun karakter dan spiritualitas mahasiswa. Ia menyebut, mahasiswa UIN merupakan calon intelektual Muslim yang diharapkan mampu menjadi teladan dan pembimbing umat di tengah masyarakat.

“UIN adalah kampus yang melahirkan para ilmuwan berkarakter dan berintegritas. Karena itu, mahasiswa harus memiliki pondasi keislaman yang kuat agar nilai-nilai agama menjadi arah dalam setiap langkah dan kiprah mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Basic Keislaman mencakup pemahaman mendalam terhadap Rukun Islam dan Rukun Iman, yang menjadi dasar dari seluruh pengamalan ajaran Islam. Menurutnya, penguatan nilai-nilai ini perlu dibarengi dengan semangat moderasi beragama agar mahasiswa mampu menampilkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.

“Moderasi beragama adalah sikap keseimbangan dalam beragama, tidak berlebihan dan tidak mengabaikan. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memahami hal ini agar mampu menjadi pelopor harmoni di masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat keislaman dan memperkuat komitmen moderasi beragama di kalangan mahasiswa UIN Suska Riau, khususnya di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.