0 menit baca 0 %

Kasi Bimas Islam Ukur Arah Kiblat Musala Darul ‘Ilmi Kelurahan Jaya Mukti Dumai Timur

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Senin (15/02/2021), Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Sudarmanto bersama staf melaksanakan pengukuran arah kiblat bakal Musala Darul Ilmi yang berlokasi di Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur. Pada saat itu, ia turut didampingi staf CPNS 2019...

Dumai (Inmas) - Senin (15/02/2021), Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Sudarmanto bersama staf melaksanakan pengukuran arah kiblat bakal Musala Darul ‘Ilmi yang berlokasi di Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur. Pada saat itu, ia turut didampingi staf CPNS 2019 dan Penyuluh Agama.

Pengukuran arah kiblat dilaksanakan sekitar jam 11 sampai menjelang masuk waktu salah Zuhur dengan menggunakan bayangan matahari dan alat. Proses pengukuran arah kiblat dimulai dari penentuan titik koordinat lokasi, lalu dilanjutkan dengan penghitungan azimuth/jarak sudut kemudian dilakukan pengukuran arah kiblat dengan alat Theodolite dengan bantuan tripod (kaki tiga).

 “Alhamdulillah, pengukuran berjalan lancar dan sudah didapatkan titik koordinat serta arah kiblat yang nantinya akan menjadi acuan untuk pembangunan Musala Darul ‘Ilmi yang ada di Kelurahan Jaya Mukti. Pondasi Musala sudah ada, tinggal melanjutkan pembangunan setelah kiblat terarah dan terukur.” Ucap Kasi Bimas Islam pada saat itu.

Pengukuran arah kiblat ini juga disaksikan oleh Bapak RT/RW sekitar serta Panitia Pembangunan Musala Darul ‘Ilmi. Lanjut, H. Sudarmanto mengatakan bahwa kalibrasi atau pengukuran arah kiblat diperlukan untuk mendapatkan arah kiblat yang akurat dan terukur dengan alat. Kalibrasi sangat diperlukan dalam penentuan arah kiblat pembangunan Mesjid dan Musala agar tidak salah penempatan arah kiblat.

“Kiblat adalah arah umat Islam dalam beribadah, dan secara hukum Islam adalah wajib menghadap kiblat ketika melaksanakan salat. Tidak hanya untuk keperluan ritual ibadah. Selain arah kiblat Mesjid dan Musala, yang tak kalah pentingnya lagi pengukuran arah kiblat kuburan yang kurang menjadi perhatian dari masyarakat, karena ketika menguburkan jenazah umat islam bagian wajah/muka harus menghadap kiblat.” Ungkapnya. (Arief)