Kasi MTQ Riau: Cabang M2KQ Ajak Generasi Muda Berfikir dan Menulis Kreatif
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Musabaqah Menulis Kandungan Al Qur`an (M2KQ) atau Menulis Ilmiah Al Qur`an merupakan cabang baru dalam event Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ), sehingga masih perlu dilakukan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi dikalangan Majelis Hakim, khususnya di Provinsi Riau.
Pekanbaru (Humas)- Musabaqah Menulis Kandungan Al Qur`an (M2KQ) atau Menulis Ilmiah Al Qur`an merupakan cabang baru dalam event Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ), sehingga masih perlu dilakukan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi dikalangan Majelis Hakim, khususnya di Provinsi Riau. Cabang ini merupakan cabang yang mengajak generasi muda Islam untuk selalu berfikir kreatif dan berdakwah melalui tulisan.
Kasi Pendidikan Al- Qur`an dan MTQ Bidang Penamas Kanwil Kemenag Riau, H Zulfadli Lc, Jumat (31/12) saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, untuk lebih mengenalkan cabang baru tersebut kepada masyarakat, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur`an (LPTQ) Provinsi Riau taja orientasi Majelis Hakim cabang M2KQ atau Menulis Ilmiah Al Qur`an pada pekan lalu di Hotel Mutiara Merdeka Jalan Yos Sudarso Pekanbaru. Acara yang diikuti oleh 48 orang hakim M2KQ Kabupaten dan Kota se Riau dibuka oleh Ketua LPTQ Riau, Dr H Suryan A Jamrah MA.
"Orientasi ini dalam rangka menyeragamkan visi dan pembinaan bagi hakim pada pelaksanaan MTQ, baik ditingkat Kecamatan, Kabupaten maupun Provinsi. Sekaligus mensosialisasikan cabang M2KQ karena cabang ini merupakan cabang terbaru dalam MTQ. Apalagi pada Munas LPTQ 2010 di Banka kemarin, terjadi beberapa perubahan termasuk perubahan nama M2KQ menjadi cabang Menulis Ilmiah Al- Qur` an. Orientasi M2KQ tersebut menghadirkan pengurus LPTQ Pusat yang juga merupakan pencetus cabang M2KQ, Prof Dr H Asep S Muhtadi," jelas Zulfadli.
Menurutnya, Mushabaqah Menulis Kandungan al-Qur` an atau biasa disingkat dengan M2KQ, merupakan salah satu cabang paling muda tapi membutuhkan pemikiran kreatif dalam perhelatan resmi Musabhaqah Tilawatil Qur` an (MTQ). Di tingkat nasional saja, cabang ini baru diexibishikan pada MTQ Nsional di Provinsi Banten.
M2KQ lahir dari kegelisahan pemikir Islam, khususnya Jawa Barat, yang perihatin dengan berkurangnya minat membaca dan menulis di kalangan pemuda Islam. Seperti kegelisahan Khaled Abou el-Fadl, Asep Samuh, Agus Ahmad Syafe`i beserta kroni-kroninya, mencoba mengembalikan peradaban manusia yang bernama budaya "iqro bil qalam", sebuah budaya peradaban yang mengartikulasikan semangat dinamis dan inovatif dalam membaca, menganalisa serta mentransformasikan nilai-nilai luhur ajaran Islam.
Melalui cabang ini, generasi muda Islam diajak untuk selalu berfikir kreatif dengan berdakwah melalui tulisan. Proses intelektualisasi diri dengan dibingkai aktualisasi religie adalah konsep dasar kiprah M2KQ. Target minimal, diharapkan melalui cabang ini generasi muda, khususnya di Indramayu, mau berbuat positif dengan memberikan sumbangsih pemikirannya demi kemajuan bangsa.
Cabang M2KQ merupakan cabang yang cukup unik, dalam pelaksanaannya cabang ini menggunakan media yang sangat konservatif, yaitu mesin tik di tengah-tengah keberadaan media modernisasi berupa komputer. Makna filosofisnya, adalah back to basic.
Uniknya lagi, cabang ini dalam waktu sekitar 8 jam peserta M2KQ yang seluruhnya adalah generasi muda Islam, dituntut untuk mampu mentransformasikan gagasan-gagasan idealisnya kedalam tulisan sepanjang 10-15 halaman. Hanya orang-orang pilihanlah yang mampu melakukan itu semua. Sehingga wajar jika mereka yang mengikuti perlombaan ini adalah semuanya juara. Juara telah menjadi generasi pilihan, juara telah mampu memberikan sumbangsih pemikirannya dan juara karena telah mengembalikan peradaban keemasan khazanah Islam.
"Melalui cabang ini diharapkan mampu menggelitik generasi muda untuk sedikit menoleh ke belakang dalam konteks peradaban.Lagi-lagi nostalgia peradaban zaman keemasan Islam disuguhkan, agar generasi muda Islam mampu berkaca," harapnya. (msd)