0 menit baca 0 %

Kasi PAIS Kankemenag Inhu Jadi Narasumber Pondok Pesantren Rehabilitasi Narkoba di SMPN 2 Seberida

Ringkasan: Indragiri Hulu (kemenag) Jum at, 25 Juli 2025, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, H. Rajuki Ridwan, menjadi pemateri pada kegiatan Pondok Pesantren Rehabilitasi Narkoba yang digelar di lingkungan SMP Negeri 2 Seberida.

Indragiri Hulu (kemenag) — Jum’at, 25 Juli 2025, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, H. Rajuki Ridwan, menjadi pemateri pada kegiatan Pondok Pesantren Rehabilitasi Narkoba yang digelar di lingkungan SMP Negeri 2 Seberida. Acara berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB di aula sekolah, dihadiri oleh puluhan siswa yang tergabung dalam kelompok Bina Remaja dan guru pendamping.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pencegahan dan rehabilitasi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. H. Rajuki Ridwan mengawali materi dengan paparan tentang bahaya zat adiktif, dampak jangka pendek dan panjang penyalahgunaan narkoba, serta landasan ajaran Islam yang melarang segala bentuk kemudharatan bagi diri dan masyarakat.

“Islam memerintahkan kita untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari segala hal yang merusak akal dan raga. Narkoba bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga tabu dalam perspektif agama karena merusak kodrat manusia,” tegas Rajuki Ridwan. Ia pun memaparkan langkah-langkah rehabilitasi mental dan spiritual sebagai bagian integral pemulihan seorang penyalahguna.

Selain ceramah agama, peserta diajak berdiskusi interaktif mengenai cara membangun ketahanan diri—termasuk peningkatan keimanan, pengelolaan stres, dan kegiatan positif seperti olahraga dan seni. Sesi tanya?jawab berjalan hangat, di mana sejumlah siswa mengajukan pertanyaan seputar strategi menolak tawaran teman untuk mencoba narkoba dan upaya membantu teman yang sudah terlanjur terjerat.

Kepala SMPN 2 Seberida, Ibu Ratna Amarilis, mengapresiasi keterlibatan Kemenag dalam edukasi ini. “Kami berterima kasih kepada Pak Rajuki dan tim PAIS yang telah berbagi ilmu dan motivasi. Semoga program ini dapat menumbuhkan kesadaran dan memperkuat karakter siswa agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama dan penyerahan cinderamata dari pihak sekolah kepada narasumber. Ke depan, SMPN 2 Seberida merencanakan tindak lanjut berupa pembentukan kelompok peer?support siswa dan pelatihan lanjutan bagi guru dalam mendeteksi dini potensi penyalahgunaan zat terlarang.

(Reski)