0 menit baca 0 %

Kasi Papkis Hadiri Rakor BOP dan Insentif Pendidik Ponpes 2025 di Pekanbaru

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag) - Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir, Azmi Azim, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Insentif Pendidik Pondok Pesantren...

Pekanbaru (Kemenag) - Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papkis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten (Kankemenag) Kabupaten Rokan Hilir, Azmi Azim, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Insentif Pendidik Pondok Pesantren (Ponpes) Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Pekanbaru, Selasa (2/9/2025).

Rakor yang diselenggarakan di Aula mini Bidang Papkis Kanwil Kemenag Riau ini dihadiri oleh Kabid Papkis, H. Syahruddin dan Kasi Papkis Kankemenag Kab/Kota se-Riau. Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi dan menyusun strategi dalam pelaksanaan dan penyaluran BOP serta insentif Pendidik Ponpes tahun anggaran 2025.

Dalam Rakor, dibahas sejumlah hal penting, diantaranya teknis verifikasi dan validasi data pesantren, penginputan pada sistem EMIS, serta pemantauan dan evaluasi penggunaan bantuan. Rapat juga menekankan pentingnya memperkuat basis data dan pelaporan agar bantuan pemerintah berjalan transparan dan akuntabel.

Dalam arahannya, H. Syahruddin menyampaikan bahwa BOP dan Insentif ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap Ponpes sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berakhlak mulia.

"Dengan adanya Rakor ini, kita memiliki panduan yang jelas bagaimana Ponpes dapat memanfaatkan bantuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitasnya," ujarnya.

Sementara itu, Azmi Azim melalui Rakor ini menyampaikan, pentingnya koordinasi yang solid antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan tepat waktu.

"Melalui rapat ini, kita mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang mekanisme dan teknis pelaksanaan BOP dan Insentif Pendidik, termasuk tata kelola administrasi dan pelaporan. Ini sangat penting agar program berjalan lancar dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pesantren di daerah.

Azmi Azim berharap hasil dari Rakor ini dapat segera diimplementasikan di tingkat kabupaten, khususnya dalam proses pendampingan dan fasilitasi Ponpes penerima bantuan di Rokan Hilir.

Rapat berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta diberikan ruang diskusi untuk menyampaikan masukan dan kendala di lapangan, sehingga pelaksanaan BOP dan Insentif Pendidik tahun ini diharapkan berjalan lebih optimal. (Humas)