Kampar ( Kemenag ) Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Ahmad Fadhli beserta Staf Madjais mendampingi tim asesor dari Subdit Pesantren Mu adalah Kemenag RI untuk melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Islamic Centre Al Hidayah Kampa Jl. Raya Pekanbaru Bangkinang Kec. Kampa, Kamis, 18/7/2024.
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan
verifikasi dan visitasi terhadap administrasi serta sarana prasarana
yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Islamic Centre Al Hidayah Kampa yang berencana membuka unit
pendidikan baru berupa Satuan Pendidikan Mu adalah model KMI (Kuliyyatul
Mu allimin)
Pria yang akrab disapa Gus Fadil ini turut mendampingi tim asesor yang terdiri dari Ahmad Taufiq dan Ali Shofi'i juga hadir dari Kanwil Plh. Kabid Pakis Dahlan dan Jasri. Kehadian tim asesor ini merupakan langkah penting dalam proses pendirian Satuan Pendidikan Mu adalah di Pondok Pesantren Islamic Centre Al Hidayah Kampa yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren tersebut.
Jika unit pendidikan Satuan Mu adalah ini berhasil didirikan, maka
Ponpes Pondok Pesantren Islamic Centre Al Hidayah Kampa memiliki 3 unit pendidikan, yaitu pondok
pesantren, MTs umum, MTs Persiapan MAPK ( dengan materi pendidikan Agama 85 % dan Pendidikan umum 15 % Madrasah aliyah dengan tiga jurusan Agama, IPA, dan IPS. dan Satuan Pendidikan Muadalah.
Pimpinan Pondok Pesantren Muhammad Abdih menyampaikan harapannya agar Pondok Pesantren Islamic Centre menjadi pesantren ke tiga setelah pondok Pesantren Ad Dar Salafiyah dan Imam Dzahabi yang telah mendapat izin Muadalahnya dari Kementerian Agama.
Ini akan menjadi prestasi tersendiri bagi Ponpes Pondok Pesantren Islamic Centre Al Hidayah Kampa dan tentunya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Kampar katanya.
Dengan adanya verifikasi dan visitasi ini, diharapkan Ponpes
Pondok Pesantren Islamic Centre Al Hidayah Kampa dapat memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh Kemenag
RI sehingga Satuan Pendidikan Mu adalah dapat segera dibuka dan
memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan pesantren di
Indonesia. ungkap Abdih (Fatmi/Cicy/Ags)