0 menit baca 0 %

KASI PD. PONTREN KOORDINASI PERINGATAN HSN DI KAB INHU

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka persiapan pelaksanaan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 di Kabupaten Indragiri Hulu, maka pada hari Jum at 15 Oktober 2021, dengan surat tugas nomor : B-896/Kk.04.1/1/Kp.02.3/10/2021, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kem...

Indragiri Hulu, (Inmas). Bahwa dalam rangka persiapan pelaksanaan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 di Kabupaten Indragiri Hulu, maka pada hari Jum’at 15 Oktober 2021, dengan surat tugas nomor : B-896/Kk.04.1/1/Kp.02.3/10/2021, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Syahril, S.Ag., M.H melaksanakan Konsultasi dan Koordinasi kepada Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Drs. H. Edward S Umar, M.Ag.
Berdasarkan hasil rapat bersama pengurus FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Kab. Inhu bahwasanya peringatan HSN di Kabupaten Indragiri Hulu direncanakan pada 26 Oktober 2021 dengan titik lokasi di Pondok Pesantren Nur Alif, Kecamatan Lirik, demikian disampaikan Kasi PD. Pontren Kankemenag Kab. Inhu.
Kepada Inmas kankemenag Kab. Inhu disampaikan Kasi PD. Pontren bahwasanya Hari Santri Nasional (HSN) merupakan peringatan sebagai wujud menghormati dan mengingat jasa para ulama dan santri yang telah berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Dasar peringatan HSN Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.
Semula, Hari Santri Nasional akan ditetapkan pada 1 Muharram. Namun atas saran beberapa kalangan, Hari Santri akhirnya ditetapkan tanggal 22 Oktober.
Pemilihan tanggal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 22 Oktober 1945.
Saat itu KH Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi untuk melakukan jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya Jawa Timur.
Menurut catatan sejarah, resolusi ini membawa pengaruh yang besar. Utamanya setelah Hasyim Asy'ari menyerukan jihad kepada para santri dan ulama. Jihad untuk melawan penjajah. Hal ini kemudian membuat rakyat dan santri melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya. Banyak santri dan massa yang aktif terlibat dalam pertempuran ini. Inilah yang menjadi latar belakang dirayakan hari santri nasional, yakni sebagai pengingat perjuangan para santri dan ulama, ujar Syahril.(tulang)