Kampar (Kemenag) – Gerakan didikan
subuh adalah tempat mempraktekkan, memperagakan ilmu-ilmu yang telah santri
MDTA dapatkan di pendidikannya. Dari kebiasaan tersebut kita dapat melihat dan
mengukur sejauh mana kemampuan anak-anak generasi penerus kita memahami dasar-dasar
Agama Islam. Menyongsong PORSADIN (Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah) yang
akan dilaksanakan di Solo pada Tahun 2026, Maswir ingin santri MDTA dari Kampar
akan menunjukkan aksinya di panggung Nasional tersebut.
“Didikan Subuh adalah Labor Praktek
dalam implementasi apa yang anak-anak kita pelajari di MDTA nya masing-masing.
Seperti hafalan-hafalan surat pendek, tata cara sholat yang benar, adzan, dan
sebagainya,” ujar Maswir di Ruang Terbuka Kantor Kemenag Kampar pada apel
Selasa pagi (22/07/2025).
Maswir juga menginformasikan bahwa sebelum
PORSADIN di Solo, penyelenggaraan PORSADIN Tingkat Provinsi Riau akan digelar
di Kabupaten Kuantan Singingi.
“Mengukir prestasi di ajang bergengsi
tentu akan memberikan semangat dan kebanggaan pula kepada wali murid / orang
tua santri MDTA itu sendiri. Saya masih mengingat bagaimana hamper 10 tahun
lalu pendidikan MDTA ini begitu eksisnya,” kenang Maswir.
Sebagai informasi tambahan, Kasi PD
Pontren tersebut juga mengatakan perihal rencana pertemuan FKDT dan MK2MDT
se-Kabupaten Kampar dalam rangka mensosialisasikan kurikulum yang akan dipakai
pada MDTA di wilayah masing-masing. Sosialisasai bertujuan untuk menyamaratakan
isian daripada bahan ajar untuk santri-santri MDTA di Kabupaten Kampar.
(Cicy/Fatmi/Zaipul)