0 menit baca 0 %

Kasi PD Pontren Maswir : Didikan Subuh Adalah Labor Praktek

Ringkasan: Kampar (Kemenag) Gerakan didikan subuh adalah tempat mempraktekkan, memperagakan ilmu-ilmu yang telah santri MDTA dapatkan di pendidikannya. Dari kebiasaan tersebut kita dapat melihat dan mengukur sejauh mana kemampuan anak-anak generasi penerus kita memahami dasar-dasar Agama Islam.

Kampar (Kemenag) – Gerakan didikan subuh adalah tempat mempraktekkan, memperagakan ilmu-ilmu yang telah santri MDTA dapatkan di pendidikannya. Dari kebiasaan tersebut kita dapat melihat dan mengukur sejauh mana kemampuan anak-anak generasi penerus kita memahami dasar-dasar Agama Islam. Menyongsong PORSADIN (Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah) yang akan dilaksanakan di Solo pada Tahun 2026, Maswir ingin santri MDTA dari Kampar akan menunjukkan aksinya di panggung Nasional tersebut.

“Didikan Subuh adalah Labor Praktek dalam implementasi apa yang anak-anak kita pelajari di MDTA nya masing-masing. Seperti hafalan-hafalan surat pendek, tata cara sholat yang benar, adzan, dan sebagainya,” ujar Maswir di Ruang Terbuka Kantor Kemenag Kampar pada apel Selasa pagi (22/07/2025).

Maswir juga menginformasikan bahwa sebelum PORSADIN di Solo, penyelenggaraan PORSADIN Tingkat Provinsi Riau akan digelar di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Mengukir prestasi di ajang bergengsi tentu akan memberikan semangat dan kebanggaan pula kepada wali murid / orang tua santri MDTA itu sendiri. Saya masih mengingat bagaimana hamper 10 tahun lalu pendidikan MDTA ini begitu eksisnya,” kenang Maswir.

Sebagai informasi tambahan, Kasi PD Pontren tersebut juga mengatakan perihal rencana pertemuan FKDT dan MK2MDT se-Kabupaten Kampar dalam rangka mensosialisasikan kurikulum yang akan dipakai pada MDTA di wilayah masing-masing. Sosialisasai bertujuan untuk menyamaratakan isian daripada bahan ajar untuk santri-santri MDTA di Kabupaten Kampar.

(Cicy/Fatmi/Zaipul)