0 menit baca 0 %

Kasi Pendis Abdul Wahid Tinjau ANBK di Kerumutan, Ukui, dan Pangkalan Kuras

Ringkasan: Pelalawan Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Abdul Wahid, melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada sejumlah madrasah tsanawiyah di wilayah Kabupaten Pelalawan, Selasa (26/8/2025).

Pelalawan — Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Abdul Wahid, melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada sejumlah madrasah tsanawiyah di wilayah Kabupaten Pelalawan, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini merupakan upaya memastikan pelaksanaan asesmen berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan monitoring ini turut didampingi oleh staf Seksi Pendidikan Islam, yakni Asnita Khairiyah dan Zelvi Ependi. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan dukungan teknis serta memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar.


Monitoring diawali di MTsN Al Hidayah, Desa Pematang Tinggi, Kecamatan Kerumutan. Dalam kunjungan tersebut, Kasi Pendis disambut Kepala Madrasah Cung Apandi. Berdasarkan laporan, jumlah peserta ANBK di madrasah ini mencapai 33 siswa, namun satu orang dilaporkan tidak hadir. Selanjutnya, tim melanjutkan monitoring ke MTs Bahrul Ulum yang berada di Kecamatan Ukui. Kepala Madrasah, Miftahul Nahar, menjelaskan bahwa terdapat 22 peserta didik mengikuti ANBK di madrasah ini, dan seluruh peserta hadir. Abdul Wahid kembali memberikan dorongan semangat kepada pihak madrasah agar tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan peserta ujian. Monitoring terakhir dilakukan di MTs Al Qosimiyah Sorek 1, Kecamatan Pangkalan Kuras. Kepala Madrasah, Randi Maidi, melaporkan pelaksanaan ANBK di madrasah ini diikuti oleh 50 siswa.


Dalam setiap kunjungan, Abdul Wahid menyampaikan apresiasinya kepada pihak madrasah atas persiapan yang matang dan juga menekankan pentingnya ANBK sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, bukan untuk menentukan kelulusan siswa. “ANBK ini menjadi data penting dalam pengambilan kebijakan untuk perbaikan pendidikan ke depan. Kami mengajak seluruh madrasah untuk menjadikan hasil asesmen sebagai bahan evaluasi,” tuturnya. “ANBK bukan sekadar ujian, tetapi alat untuk memetakan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus optimal,” tambahnya.


Sebagai informasi, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk mengukur kompetensi dasar peserta didik, meliputi literasi membaca, numerasi, serta penguatan karakter. Dengan pelaksanaan ANBK, madrasah diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat peran pendidikan agama dalam membentuk generasi yang unggul dan berakhlak mulia.(dbs)