Dumai (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kota Dumai melalui Seksi Pendidikan Islam meninjau langsung simulasi pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kemarin (01/09/2021). Hal tersebut untuk melihat persiapan sarana prasarana (sarpras) hingga proses simulasi ANBK di sejumlah Madrasah. Ada sekitar 6 lembaga yang ditinjau Kantor Kementerian Agama Kota Dumai.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai melalui Kepala Seksi Pendidikan Islam Drs. Sarifuddin didampingi staf Nurasiah Fitriana Pohan, S.Ag menyatakan, simulasi ANBK diikuti sejumlah madrasah. Yakni jenjang MI dan MTs. Termasuk bagi madrasah negeri dan swasta. Setiap madrasah menghadirkan sekitar 15-25 siswa dengan menerapkan shift.
“Untuk kegiatan simulasi ANBK hari ini (kemarin), kami mengunjungi sekitar 6 madrasah. Sebagian lembaga MI dan MTs, baik negeri dan swasta,” ujarnya.
Sarifuddin mengatakan, simulasi dilakukan sebagai upaya mempersiapkan pelaksanaan ANBK nantinya. Untuk itu, pihaknya harus memastikan seluruh madrasah siap mengikuti. Termasuk kesiapan sarpras dan jaringan internet.
“Karena asesmen ini dilakukan secara online atau berbasis komputer, tentu persiapan utamanya adalah sarpras dan jaringan internetnya,” katanya.
Menurut Sarifuddin, server jaringan yang error menjadi kendala utama dalam pelaksanaan simulasi ANBK tersebut. Siswa tidak dapat mengakses maupun mengerjakan soal, apabila server dari pusat tidak stabil. Selain itu, server error juga bisa terjadi di hampir seluruh lembaga yang tengah mengikuti simulasi tersebut.
“Temuannya tadi server pusat sangat bagus. Jadi siswa bisa mengakses ke server ANBK,” imbuhnya.
Kantor Kementerian Agama Kota Dumai melalui Seksi Pendidikan Islam akan terus berkoordinasi dengan operator maupun teknisi di setiap madrasah. Selain itu, juga koordinasi terkait pengawasan dan penggunaan jaringan internet dengan pihak berwenang.
“Jaringan internet tetap dikoordinasikan dengan pihak berwenang. Mereka yang lebih paham. Tapi yang jelas, secara keseluruhan persiapan kami untuk ANBK sudah bagus,” tandasnya.
Untuk diketahui, kegiatan simulasi ANBK dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Di antaranya siswa dan guru pendamping diwajibkan untuk menggunakan masker. Jarak antar siswa dan kehadiran juga disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. (Arief)