0 menit baca 0 %

Kasi Pendis kemenag Siak Monitoring Pelaksanaan Program Sanitasi LPK di Ponpes Al-Muttaqien

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Siak, Resman Junaidi melakukan pemantauan dan evaluasi Program sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) pada Pondok Pesantren Al-Muttaqien Kecamatan Bungaraya, Selasa (01/10/2024).Turut hadir dalam p...

Siak (Kemenag) - Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Siak, Resman Junaidi melakukan pemantauan dan evaluasi Program sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) pada Pondok Pesantren Al-Muttaqien Kecamatan Bungaraya, Selasa (01/10/2024).

Turut hadir dalam pemantauan ini tim PPK Sanitasi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) PUPR – Riau yang merupakan pihak pelaksana pembangunan sanitasi LPK.

Adapun bantuan sanitasi yang diterima Pondok Pesantren Al-Muttaqien Kecamatan Bungaraya yaitu berupa MCK yang terdiri dari bilik mandi, bilik kakus/toilet, tempat wudhu, dan tempat cuci tangan.

“Saya mewakili Kepala Kantor mengucapkan terimakasih kepada BPPW PUPR Riau yang telah memberikan bantuan sanitasi kepada Pondok Pesantren yang ada di Siak. Ini merupakan bukti hadirnya pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di Pondok Pesantren”. Ungkap Resman Junaidi.

Lebih lanjut, Resman menjelaskan bahwa selain di Ponpes Al-Muttaqien, Program Sanitasi LPK juga dilaksanakan di tiga pondok pesantren lainnya yaitu di Ponpes Al-Muttaqien Kecamatan Bungaraya, Ponpes Sultan Syarif Kasim Kecamatan Bungaraya, Ponpes Bahrul Ulum Kecataman Dayun dan Ponpes Babussalam Kecamatan Siak.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muttaqien, Khoirul Mubtadiin menjelaskan bahwa ada dua unit MCK yang dibangun di Pondok Pesantren Al-Muttaqien yaitu di asrama putra dan asrama putri yang pembangunannya sudah hampir rampung 100%. “Semoga dengan adanya pembangunan sanitasi ini dapat meningkatkan kesadaran penghuni pondok pesantren terhadap pentingnya hidup bersih dan sehat sehingga tercipta lingkungan belajar mengajar yang nyaman.” Ungkap Khoirul.

Selain itu, Khoirul juga menjelaskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana sanitasi LPK ini dilakukan secara swakelola melalui pembentukan tim pelaksana dari pihak Pondok Pesantren. (NA)*